Cerita Seorang Anak Yang Dijemput “Ibunya”!

Kisah ini merupakan kisah yang didapatkan dari Internet di negara Laos mengenai seorang ibu yang konon kembali untuk mencari anaknya…

Kejadiannya terjadi pada tante saya, Tante Mai. Beliau adalah kakak Mama saya. Nah kisahnya terjadinya pada saat dulu sekali. Waktu itu, Tante Mai, adalah anak tertua di kampung waktu itu. Usianya 17 tahun, dan belum menikah. Anak-anak kecil pada dekat dengannya.

Nah, waktu itu ada seorang anak kecil, laki, yang baru berusia 6 tahun. Tante Mai menjaganya siang dan malam karena orang tua anak itu setiap hari bertengkar dan bahkan sampai terjadi kekerasan fisik. Di daerah situ dan di zaman itu, cerai adalah sesuatu yang sangat memalukan. Orang lebih memilih mati daripada cerai. Kira-kira seperti itulah kondisi saat itu.

Nah, suatu malam, si anak kecil ini tiba-tiba datang ke depan pintu rumah keluarga ibu saya. Anak malang itu gemetaran. Tante Mai langsung mengajaknya masuk dan menghangatkan tubuh anak itu. Sang anak cerita orangtuanya bertengkar semalaman, tapi tiba-tiba jadi sunyi. Saat dia perhatikan, ternyata hanya dia seorang diri di rumah.

Mungkin saya harus ceritakan kalau rumah kampung di Laos pada zaman itu bukan dari tembok bata dan semen. Mungkin lebih tepatnya disebut gubuk, dengan dinding dari batang pisang dan atap dari jerami dan daun kering. Jadi kalau ada pertengkaran, pasti tetangga-tetangga akan bisa mendengarkannya. Mungkin karena sudah terbiasa dengan keributan tersebut mereka membiarkannya.

kampung-laos

Tante Mai, mengajak agar si bocah ini bermalam di sini saja, baru pulang di keesokan harinya. Orangtua bocah ini juga sudah pasti tahu kalau anaknya jika tidak di rumah, berarti ada di rumah keluarga Tante Mai. Soalnya memang semua orang tahu, Tante Mai yang menjaganya selama ini. Jadi begitulah, si bocah itu bermalam di rumah keluarga mamaku.

Keesokan harinya, ternyata orang tua si bocah belum juga datang. Tante Mai pun inisiatif mengantar bocah ke rumahnya. Ketika disapa, tidak ada yang menyahut. Karena tidak ada siapa-siapa yang membuka pintu, akhirnya Tante Mai memutuskan mengajak si bocah kembali lagi ke rumah keluarganya.

Malam tiba, dan Tante Mai mendengar suara dari anak si bocah itu. Pikirnya mungkin orangtuanya sudah balik, Tante Mai buru-buru ajak si anak pergi ke rumahnya lagi. Kali ini Mai langsung membuka pintu. Dan alangkah terkejutnya karena di depannya adalah ayah si bocah dengan perempuan. Perempuan lain.

Merasa sangat malu dan bersalah karena ada orang di rumah Tante Mai meminta maaf beberapa kali dan menjelaskan kalau dia ingin mengantar bocah itu kembali ke rumah.

Hari berganti minggu. Para penduduk kampung, tidak ada yang melihat ibu sang anak itu. Yang ada adalah perempuan lain di rumah. Kata sang ayah bocah itu, ibunya minggat dari rumah. Dicari kemanapun tidak ditemukan. Tentu saja penduduk di sana kurang percaya. Jadi rumor pun menyebar, bahwa mungkin ibu sang anak itu sudah dibunuh. Namun mereka tidak ada buktinya.

Perempuan asing yang bersama ayah bocah itu belakangan menjadi istri ayah, yang otomatis juga ibu tiri sang bocah. Tante Mai agak khawatir bocah itu sedih tidak melihat ibunya. Namun anehnya sang bocah itu tetap biasa-biasa saja. Dia tidak sedih ataupun menangis layaknya anak kecil yang kehilangan ibu.

Suatu hari Tante Mai menjemput si anak dari rumahnya. Dia melambaikan tangannya ke arah ayahnya yang sedang melihat ke arah lain. Lalu dia lari keluar penuh riang. Tante Mai pun bertanya apa yang membuatnya senang hari ini. Si bocah tersenyum bilang ibunya akan membawanya dari sini.

Tante Mai jelas bingung. Ibunya tidak pernah ditemukan semenjak terakhir ia mendobrak pintu masuk rumah. “Emang di mana ibumu?”

Si bocah pun menjawab polos, “Ayah sangat sayang ibu sekarang. Setiap hari dia memikul ibu di punggungnya.”

Tante Mai hanya bisa ternganga mendengar penjelasan anak berumur 6 tahun itu. Tidak sampai di situ, si anak lanjut, “Coba lihat saja mereka berdua.” sambil menunjuk ke ayahnya yang berdiri sendirian. Tante Mai hanya melihat ayah sang anak sedang membelakangi mereka, menghadap istri barunya yang sedang memasak. Tidak terlihat sang ibu sama sekali.

Akhir cerita dari Tante Mai, si bocah itu meninggal dunia. Orang-orang bilang dia meninggal karena terkena penyakit. Apalagi kondisi kampung waktu itu memang serba kekurangan jadi tidak mengherankan jika dia tak tertolong. Tetapi menurut Tante Mai sendiri, dia lebih percaya sang ibu datang mengambil sang anak dari ayahnya yang parah…


Menurut budaya suku Hmong (salah satu suku di Laos), jika anak kecil yang gigi susu depannya belum tanggal, maka dia akan bisa melihat makhluk halus. Diperkirakan giginya belum tanggal, si bocah bisa melihat arwah ibunya yang ada di punggung ayahnya.

“Teman” Main Mobile Legend Yang Misterius!

Perkenalkan namaku Anto. Saya adalah seorang penjaga toko di sebuah ruko di kota Batam, tepatnya daerah bernama Nagoya, yang menjual aksesoris dan berbagai tas. Rekan kerjaku, namanya Abui dan Awang.

Kita kerja sampai jam 7 kemudian kebanyakan kita akan nongkrong di Ikan Bakar Acia atau balik ke Mess. Salah satu hal yang paling menghibur adalah main game Mobile Legend di HP. Kebetulan kita bertiga sangat kompak, Saya suka menggunakan Markmen berupa Karrie, Abui dengan Hayabusa dan Awang suka dengan karakter support berupa Estes ataupun Rafael.

Mungkin karena sering bermain, skill kami pun makin lihai dan kita sering ikut Rank dan kebanyakan kita selalu menang, karena slot permainan satu team bisa 5, kita mengharap ada pemain lain bisa menggunakan tank, dan pada suatu hari seperti biasanya kita bermain di rank dan ketemu seorang pemain Tank menggunakan Tigreal, dan kami merasa sangat cocok bermain dengan yang nama ID : ScorpioSteel85 ini.

SS85 sangat lincah dalam permainan dan menjadi tameng kami setiap kali war di tengah – tengah peta. Akhirnya kami pun add dia dan mengajak dia bermain bersama setiap malam ketika kami bermain. Berempat dan dengan random siapa aja kita invi untuk bermain, bisa dikatakan menang terus tanpa ada satu kekalahan pun, akhirnya sudah 2 minggu berturut kita Mobile Legend bersama, saya meminta nomor WA dia dan di add ke group.

Kemudian karena penasaran saya mengajak ScorpioSteel87 untuk ketemu nongkrong bareng di Food Court, tetapi setiap kali, dia selalu menolak, dan kita ber-4 pun sering bercanda di WA dan  akhirnya karena penasaran kami bertiga sepakat untuk mencari tahu siapa sih sosok ScorpioSteel87 ini.

Penasaran ini karena bisa dikatakan dia selalu online bermain mobile legend tak peduli pagi ataupun malam, bisa di lihat dari history score-nya.

Kita masing-masing pernah memancing dia untuk memberikan facebook ataupun IG tapi selalu ditolak. Dia selalu menjawab, kalau kita tahu dia siapa, pertemanan ini akan berakhir, kami berjanji bahwa kami bukan orang yang rasis atau memandang status orang, yang penting asyik, kita berkawan. Janji-janji dari saya tidak cukup buat dia untuk memberitahu siapa jati dirinya.

Pada suatu hari salah satu agen asuransi saya (sebut saja Hasan) bertemu dengan saya dan sharing asuransi, kemudian Hasan menceritakan bahwa baru-baru ini ada seorang pria (sebut saja Rom) meninggal karena serangan jantung.

Mengapa bisa serangan jantung padahal tidak pernah ada penyakit. Ternyata Rom selalu menghabiskan waktunya bermain game HP dan tidak tidur dan makan secara teratur. Kematiannya diurus dengan cepat dan ala kadarnya karena keluarganya yang dekat sudah tidak ada.

Saya pun membaca postingan Rom yang kebanyakan tentang mobil legend dan status terakhirnya mengatakan dia ingin masuk dunia Mobile Legend. Begitu banyak postingan dari teman-temannya, saya melihat PrintScreen dari seorang temannya yang isinya percakapan terakhir mereka melalui WA, dan kebetuan teman tersebut tidak save namanya dan di situ saya bisa melihat no teleponnya.

Saya kembali bekerja seperti biasa dan malamnya pas nongkrong di Ikan Bakar, saya pun menceritakan hal tersebut kepada Abui dan Awang, sebagai wanti-wanti, jangan begitu terhipnotis permainan, entah mengapa, tiba-tiba saya merasa nomor WA yang terpampang di printscreen postingan begitu familiar.

Saya pun coba nelpon, siapa tahu Rom adalah customer toko kami dan saya pernah save nomornya dan ternyata nomor tersebut adalah milik ScorpioSteel85…

Serentak saya menceritakan pada Abui dan Awang. Dengan rasa cemas kami yakin bahwa nomor itu sekarang di pakai saudara atau temannya Rom. Tanpa basa-basi kami chat bareng di group dan menceritakan ke ScorpioSteel85.

Mulai sejak itu ScorpioSteel85 menghilang dan dia tidak pernah muncul lagi di WA ataupun Moba. Besoknya Hasan membawa buku polis asuransi kepadaku, dan saya menceritakan kejadian tersebut. Hasan kebetulan agen asuransi Rom juga kaget dan mengatakan bahwa tidak mungkin karena keluarga yang mengubur Rom adalah orang – orang tua yang entah saudara dari mana.. Yang secara logika seharusnya tidak lihai bermain Moba.

Kebetulan di saat itu adalah seorang pelanggan sedang melihat jam tangan (sebut saja Suhu Wong) Suhu Wong yang mendengar cerita kami pun ikut pembicaraaan. Di toko yang lagi sunyi karena hujan deras di luar, dengan percakapan yang panjang akhirnya kami sepakat mencari siapa pengguna HP itu di hari Rabu di mana saya istirahat.

Hasan tidak mengikuti kami karena adalah orang tuanya sedang sakit di Manado, dia mesti bergegas kesitu tetapi dia memberikan kami alamat terakhir Rom, Saya dengan Suhu Wong pun ke alamat yang diberikan.

Disitu tinggal seorang kakek tua yang tuli, dan sepertinya kakek tersebut senang ada tamu dan dengan senyap mengajak kami masuk dan duduk di rumahnya yang sudah tua, karena kakek sedang tuli berat, maka kami pun berbicara dengan nada keras dan teriak-teriak.

Di dalam pembicaraan, kami baru tahu bahwa Kakek adalah veteran perang Korea tahun 1950 dan saya juga tidak pernah mengerti bagaimana dia bisa sampai ke Indonesia. Kakek tersebut memakai nama Sudino. Kakek Sudiono kenal dengan Rom karena Rom adalah keponakan dari istrinya. Suhu Wong merasa ada aura yang tidak benar dan segera dia memberitahu aku secara berbisik.

“Saya mendengar ada suara disebuah kamar di belakang dinding di mana Kakek Sudino duduk.”

Tanpa basa basi Suhu Wong membuka pintu itu dan saya merasakan ada sebuah tekanan yang menabrak aku. Tiba – tiba Kakek Sudiono bergetar dan berbicara dengan suara orang lain.

“Halo saya adalah Rom dan juga ScorpioSteel85,” suara yang penuh rasa kedinginan. Saya duduk diam seperti batu dan Suhu Wong pun berbicara dengan Rom yang sekarang berada dalam raga Kakek Sudiono.

Maaf, karena cerita selanjutnya mengandung rahasia yang sebaiknya tidak saya ungkapkan walaupun dengan nama samaran, saya sampai disini ceritanya. Intinya, teman – teman jangan main game online secara berlebihan.

Cerita Nyata Ketika Aku Digangguin Oleh Hantu!

Hai.. nama saya Haryanti.. Ini bener aku alamin sendiri.. Pas aku mau proses ke Taiwan.. Tepatnya di penampungan TKI Bekasi 2013 Juni…

Waktu itu pas malam minggu.. Seperti biasa anak-anak pada dugem gak jelasss gitu.. Pas udah selesai kita semua pada mandi malem-malem tuh… Nah di PT gue kan ada pantangan kalo malem Senen sama malem Kamis gak boleh pake baju warna merah..

Berhubung pas itu malam minggu jadi gue pake baju merah.. gue gak mikir hal hal aneh pas itu… tapi mungkin gue lagi apes kali yah.. langsung ke horornya aja… Pas gue lagi tidur.. gue mimpi kaya di kejar kejar cowo gede duwur item pula tapi gak jelas gitu.. terus gue ngumpet tuh di dalem lemari kecil sambil jongkok.. gak taunya tuh makhluk nemuin gue di dalem lemarii.. Tuh makhluk langsung pegang perut gue terus turun ke kedua paha terus turun sampe telapak kaki kiri gue…

Gue pas itu masih mimpi.. tapi kok makin ke sini makin terasa kalo ini udah bukan mimpi lagii.. Karna emang pegangan tangannya di telapak kaki gue makin bener terasa nyata…. tapi gue bener gak berani buka mata…

Gue terus baca doa apapun yang gue bisaa.. Sampe pas tuh makhluk mau narik kaki gue.. gue langsung teriak astagfirrullohhalazimmm…. sambil gue tarik kaki gue… pas gitu gue masih ngrasa bener bener parnoo.. sama sekali gak ada temen yang bangunnn denger gue teriakk… gila gak tuh.. gue di gangguin sendiriannn….

Sampe akhirnya pagi pagi gue cerita sama temen gue.. Gue tanya ke temen gue.

Merri: Semalem loe yang teriak yah.. loe di apain..?
Gue: Kaki gue mau di tarikk… Tapi kenapa harus gue gitu.. Secara yang tidur di lantai kan ada gue, elo, Deti, Yeni…
Kenapa cuma gue…

Selidik punya selidik, ternyata semalem ada yang naroh matras sembarangan.. Ngalangin jalan… Makanya tuh mahkluk ganguin gue.. orang jalannya di halangin sama matrass…. kampreeet banged yang naroh matras sembarangan…

Emang di PT gue angker bener…

Gue udah 3 kali di gangguinn….

Pas waktu sholat maghrib… Ada suara ngedehem di telinga kiri gue pa gue udah sholat dan lagi baca baca doa…

Dan yang bikin gue parno lagii.. pas gue lagi tiduran sama temen gue di tangga… gue tidurann baru beberapa menit udah kebawa mimpi.. Dan di mimpi itu ada cewe rambut panjang sama anak kecil lagi ngeliatin gue tidur.. Sontak gue langsung bangunnnnnn…

Udah udahh.. kapokkk gue gak lagi lagi tidur di tangga…

Sumber : Ceritamistis.com

Teror Di Sekolah (Part Terakhir)

Keesokan harinya…

Kami berlima sudah sampai di SMA pas jam 06:45, dan seketika itu juga gw melihat ada sosok F (mayat yang di gudang tadi dan gw bisa melihat hantu) lagi menyendiri di kelas paling pojok dan Rifki juga lihat (gw dan Rifki ada indra ke enam)..

Kami berlima mulai menyusun strategi karna jika kami berlima di gudang secara bersama-sama nanti bisa ketahuan, si Sarah jaga di pinggir gudang dan si Ama jaga di lorong menuju ke gudang, strategi ini disusun supaya gak ketahuan kalau kami lagi menyelidiki….

Kemudian gw+Rifki+Keny masuk ke gudang dan kami bertiga terkejut ternyata yang gw lihat semalam benar dan itu adalah si F dan tiba-tiba Keny kerasukan arwah F dan gw+Rifki menjadi tegang dan terjadilah percakapan:

F: Mau Apa Kalian Kesiniii (bacanya kyk org kerasukan)
Gw: Gw sebenarnya mau bantu kasus ini dan kenapa juga kamu bisa jadi mayat
F: *menangis* kemarin aku ke SMA karna ada barang yang tertinggal dan saat itu yang ada hanya Pak A , Pak B dan Sekuriti. Pas aku mau keluar dari kelas tiba-tiba saja aku disergap dan diperkosa di UKS kemudian supaya tidak ketahuan aku dibunuh di gudang ini.
Rifki: Jadi begitu ceritanya, baiklah kami akan berusaha bantu kamu supaya jasad kamu dikuburkan dengan tenang.
F: Tapi Pak A, Pak B, dan sekuriti harus dibalas juga…

Seketika itu juga Keny terjatuh dan terlihat agak pusing sedikit karna kerasukan tadi. Tiba-tiba Sarah dan Ama menghampiri kami bertiga dan mereka bilang bahwa Pak A, Pak B, dan Sekuriti lagi perjalanan ke sini dan kami berlima bersembunyi di balik dinding WC (Di dinding WC banyak yang berlubang sehingga kami bisa mengintai). Dan mereka mulai masuk ke gudang kemudian mereka lagi memegang mayat si F. Mungkin ingin mengubur secara diam-diam…

Kemudian Keny berlari dari arah lain dan memanggil seluruh orang yang ada di lapangan dan seketika orang ramai datang ke gudang dan termasuk kami dan Pak A, Pak B, Sekuriti tertangkap basah dan terjadilah percakapan

KepSek: Jadi selama ini kalian bertiga yang membunuh mayat Si F? *dgn nada marah*
Pak A: Heh kamu jangan seenak nya menuduh *muka Pak A, Pak B, dan Sekuriti jadi pucat*
Sarah: Ya benar merekalah pelakunya!
Sekuriti: Mana buktinya
*Seketika gw memanggil roh F dan roh F masuk ke tubuh salah satu pemain basket di SMA*
F: Merekalah yang membunuhku. Aku yang membuat SMA ini menjadi angker karna aku ingin membalas perbuatan mereka. Kalian masih ingat saat kemarin di mikrofon. Itu adalah aku yang berbicara. Dan aku juga sering menampakkan diri kepada kalian semua karna aku ingin meminta tolong ke pada kalian tetapi kalian semua takut dan mereka berlimalah yang bisa menolong ku *sambil nunjuk ke kami berlima*. Mereka bertiga memperkosa aku di UKS dan kemudian membunuhku di gudang supaya tidak ketahuan…

KepSek: Saya tidak menyangka ternyata kalian bertiga berperilaku seperti BINATANG!

Dan kemudian KepSek menyuruh Bu S untuk menelepon polisi supaya polisi segera datang ke sini..

Tiba-tiba Pak A, Pak B, dan Sekuriti ingin melarikan diri tetapi mereka bertiga ditahan oleh banyaknya orang yang hadir di sana bahkan si Sekuriti dihajar sebentar oleh salah satu siswa di situ dan tak lama kemudian polisi datang dan ingin meminta penjelasan dan arwah F kembali menjelas kan seperti tadi dan saat itu juga.

Pak A,Pak B, dan Sekuriti dipecat oleh KepSek dan mereka bertiga dipenjara seumur hidup. Bahkan mereka bertiga masih ada di Penjara…

Dan seketika arwah F mengucapkan terima kasih kepada kami berlima dan saat itu juga arwah F keluar dari tubuh pemain basket tadi.. Dan saat arwah F mau pergi dia menampakkan dirinya ke semua orang dan sambil senyum..
Kemudian seluruh orang yang ada disini termasuk KepSek dan beberapa guru mengucapkan terima kasih dan semenjak itu juga kami berlima jadi TERKENAL di SMA tsb

Tamat.

Sumber : Ceritamistis.com

Teror Di Sekolah (Part 2)

Gw: Eh Rifki,lu tadi liat gk cara ngomong Pak A tuh beda dari biasanya dan muka dia itu kyk nyimpan rahasia gitu
Rifki: Gw sepemikiran dengan lu

Pas istirahat gw memutuskan untuk ke WC karna ada urusan perut (kalian tau sendiri lah). Dan setelah urusan perut ini selesai gw ngeliat Pak A, Pak B, Dan Sekuriti sekolah masuk ke gudang sambil diam-diam dan gw tentunya tidak tinggal diam dan ikut memata matai mereka.

Mereka kelihatan nya seperti sedang bongkar sesuatu dan gw terkejut melihat ada mayat salah satu siswa di SMA yang sudah lama tidak masuk (dia anak yatim jadi orang tidak tau kabar nya itu) yang bercucuran darah dan sial nya lagi bel pulang malah berbunyi dan mereka bertiga keluar dari gudang itu dan mengunci nya+gudang itu di gembok dan gw otomatis lari biar gk ketahuan..

Setelah gw melihat kejadian itu, gw bilang ke mereka..

Gw: Gw tadi ngeliat Pak A, Pak B dan sekuriti bongkar gudang dan gw melihat si F (namanya di sensor) jadi mayat dan si F bercucuran darah seperti diperkosa kemudian di bunuh.
Sarah: Lu klo ngomong yang bener(dia gak percaya)
Keny: Apa iya ya
Gw: Sumpah Demi Allah gw gak bohong, gw melihat dengan mata kepala dan mata kaki gw sendiri
Rifki: Oh ya udh gw percaya,,besok kan minggu,, bagaimana kalau besok jam 7 kita selidiki bersama-sama
Gw: Kalo gw sih ok ok aja,,gk tau gimana yang lain
Keny+Sarah+Ama: Ok kami ikut
Gw: Ok pokok nya kalian harus siap menghadapi apapun yang bakalan terjadi
Semua: Okk

Bersambung…

Cerita Seram Karena Temu Darat (Part Terakhir)

Bagian Terakhir

Ternyata nama aslinya Yanghao. Adiknya bernama Yangyi. Mereka adalah saudara kembar. Dikarenaka perekonomian keluarga yang buruk, Yanghao pada usia 16 putus sekolah dan mulai bekerja di luar.

Empat tahun setelah kepergiannya, Kampung Man dan Kampung Man Barat terkena wabah penyakit. Adiknya adalah satu-satunya orang yang selamat. Namun dikarenakan wabah penyakit itu, adiknya terkena penyakit aneh.

Demi mengobati adiknya, dia menempuh segala cara untuk mengumpulkan uang, bahkan sampai membawa orang untuk ke kampung untuk mencari harta karun. Namun satu per satu dibunuh oleh adiknya. Adiknya lebih memilih mati daripada harta leluhurnya jatuh ke orang luar.

Suatu ketika Yanghao mendapat kabar dari Gaoyan bahwa group majalah “Penakut” sedang mengadakan temu darat. Orang-orang seperti Kuaidao dan novelis-novelis cerita misteri dia sudah tahu. Di tengah keputusasaannya, dia kembali menemukan secercah harapan.  Mungkin dia bisa meminjam kemampuan mereka untuk menemukan harta karun itu. Setelah mendapatkan uang, dia bisa mengobati adiknya.

Kebetulan Gaoyan ada urusan sehingga harus pergi ke Amerika. Dia pun menyamar dirinya sebagai Gaoyan. Menghubungi Anran supaya lebih kenal. Dia kemudian membujuk sang adik supaya pergi ke Kampung Man Barat.

Siapa tahu, ternyata ada kelompok yang menyasar ke Kampung Man Barat, sehingga sang adik tahu. Sang adik sudah sengaja meletakkan tulang manusia untuk menakut-nakuti. Tetapi ternyata kami masih tetap bertahan. Sehingga akhirnya membubuhi obat tidur dan memindahkan mereka ke Kampung Man Barat. Namun di tengah proses, Feiding sadar. Sehingga dipukul pingsan dan disembunyikan. Kemudian dia lanjutkan dengan merusak jembatan supaya bisa mengurung kami sampai kami mati kelaparan.

Tetapi perlahan-lahan mereka mulai sadar, kami tidak bermaksud mencari harta karun. Itu sebabnya dia menolong Xiaoyao.

“Bagaimana caranya Yangyi memindahkan kami? Walaupun kalian kerja sama sekalipun, tetap tidak mudah memindahkan kami,” tanya Kuaidao penasaran.

Yanghao menjawab, “Ingat gua altar tulang itu? Sebetulnya di balik dinding altar itu terdapat jalan keluar. Di situ terdapat jalan sekitar 100 meter. Dua kampung yang jaraknya kelihatan berjauhan, sebetulnya hanyalah terpaut 100m. Feiding dan tas kalian semuanya ada di lorong itu. ”

Setelah menjelaskannya, Yanghao menghampiri Anran. “Maafkan saya, Anran.”

“Tidak apa-apa, “jawab Anran sambil menahan tangis. “Lalu, sekarang rencana kamu ke depan bagimana?”

Yanghao tidak menjawab, dia hanya bertanya, “Apakah kamu akan mengingat saya? Nama saya Yanghao.”

Anran mengangguk. Yanghao tersenyum dia merangkul Anran. Lalu dia berbalik dan mengucapkan terima kasih kepada kami. Setelah itu dia pun melompat ke jurang…

Kami pun menuju kembali ke Kampung Man Barat, lalu ke gua. Di balik dinding altar tulang, setelah diperiksa memang ada pintu batu. Setelah berhasil didorong, ternyata memang ada lorong gelap. Feiding memang ada di dalam. Tas kami semua juga ada di situ.

Laojiu langsung menghampiri tasnya dan mengambil botol minumnya. Meminum air sambil menatap Feiding.

“Ah, kok saya bisa sampai pingsan di sini?” tanya Feiding kebingungan. “Terus apa kalian sudah menemukan harta karunnya?” Laojiu menepuk punggungnya, “Bro, kamu sudah pingsan tiga hari. Kalaupun kami menemukannya, memangnya kamu bisa menggalinya keluar?”

Feiding menepuk dada dan mencoba berdiri, mencoba membuktikan dia masih kuat, tapi kakinya ternyata tidak mampu menopangnya, sehingga dia terjatuh duduk kembali. Kami semua melihat tingkah lakunya tidak bisa menahan tawa.

Seminggu kemudian saya mengirim cerita “Kisah Misteri di Kampung Man” ini ke Anran. Anran langsung menghubungi saya lewat QQ (messenger yang digunakan orang Tiongkok). “Kamu betul-betul langsung menulisnya yah.”

“Tentu saja. Kita tidak bisa kabur dari memori. Bagaimanapun juga cerita ini ada bagian yang cukup menyentuhnya. Jadi saya berharap orang lain juga bisa mengetahuinya. Hanya saja…. nama-namanya apa saya ganti saja?”

Anran menjawab, “Tidak apa-apa kok. Pakai nama itu saja.” Lalu dia lanjut lagi, “Aih, mau pergi ke Kampung Man lagi ?”

Dengan mantap saya menjawab “Tentu saja, kan ada harta karun di situ.”

Sumber : Ceritamistis.com

Terror Di Sekolah (Part 1)

Hai Gw ReyAlfa (Reynaldy Alfarissi),, kali ini gw akan share cerita yang ke tiga gw yaitu cerita nyata yang benar benar terjadi di SMA gw..

Gw Punya sahabat lima orang yakni gw Rey, Rifki, Sarah, Ama, dan Keny.. Kami berlima sering bersama-sama dalam hal-hal yang postif dan gw Rey sama Rifki punya kelebihan yakni bisa melihat hantu/makhluk halus. Pada saat itu jam menunjukkan pukul 07:15 pertanda bahwa pelajaran akan segera dimulai dan saat itu semua kelas sudah memulai pelajaran. Saat proses pembelajaran berlangsung terdengar ada orang yang bicara di mikrofon (nanti suara orang bicara tersebut jadi terdengar oleh semua kelas) dengan kata-kata “Kalian Semua Akan Aku Balas Walaupun Yang Bersalah Hanya 3 Orang”

Dengan suara yang serak seram dan seketika itu semua siswa terkejut dan heran siapa yang ngomong seperti itu… Kemudian wali kelas gw suruh ketua kelas untuk lihat siapa yang ngomong di mikrofon tersebut dan alhasil setelah kembali ke kelas, ketua kelas bilang bahwa tempat mikrofon tersebut tutup bahkan di kunci.

Gw denger itu langsung heran dan masih penasaran siapa yang bilang di mikrofon tersebut. Kemudian tak lama setelah itu teman gw yg namanya Sindi kesurupan dan bilang “Awas Kalian Semua” dan seketika si Sindi langsung pingsan..

Kemudian bel pulang pun berbunyi dan setelah pulang kami berlima ngumpul sebentar dan terjadilah percakapan

Keny: Eh bagaimana kalau kita selidiki masalah yang tadi
Sarah: Boleh juga tuh kayak nya menarik
Ama: Selidiki nya pas kapan ?
Keny: Besok.. Pas Sabtu aja kan besok gak belajar
Gw&Rifqi: Ok Besok

Setelah keesokan harinya,, tiba-tiba aja Pak A (namanya di sensor) masuk ke kelas.. padahal hari ini guru ada rapat..
Pak A: Kelas kalian ya yang semalam ada kemasukan?
Semua Murid: Iya Pak
Pak A: Kalian harus berhati-hati bahwa sekarang SMA ini mulai jadi seram

Gw ngelihat muka pak A cara bicara nya agak lain dari biasanya dan gw pun mulai menaruh curiga padanya..

Bersambung….

Ruangan “Khusus” Di Rumahku!

Kenalin dulu nama saya Jason, saya ingin bercerita tentang pengalaman nyata yang pernah saya alamin, waktu saya kuliah saya tinggal dengan kelurga paman saya di daerah Bekasi…

Cerita berawal saat paman saya pindah rumah barunya yang mana saya pun ikut pindah, rumah paman itu mempunyai 3 lantai yang mana di lantai 3 itu ada ruang untuk mencuci, kamar pembantu (yang akhirnya di jadikan gudang), dan ada studio bandnya juga.

Di awal kepindahan kejadian mistis sudah terjadi, saat itu si mba pembantu paman saya selalu merasakan lelah ketika berberes di lantai 3. Si mba merasa kerjaannya seakan tidak pernah selesai di lantai tersebut, awalnya tidak terlalu aneh karena wajar lelah kalau bekerja sebagai pembantu, tapi lama kelamaan wajah si mba selalu pucat kalau selesai berberes di lantai 3.

Akhirnya suatu kejadian terjadi, pas banget waktu itu lagi maghrib si mba mengalami kerasukan, di saat kejadian saya memang tidak ada di rumah, saya mendaptkan cerita ini langsung dari anaknya paman saya yang namanya Dendi (Laki-laki). Dia cerita kalau si mba kerasukan dan mengatakan kalau dia adalah penunggu rumah tersebut. Lebih lanjut dia mengatakan kalau dia adalah jin bermata satu (jin iprit). Jin itu bilang kalau dia sudah lama tinggal di situ dan marah kalau kamar mandi yang ada di bawah dibongkar dan dijadikan tempat untuk berwudhu, (memang paman saya membeli rumah itu awalnya hanya satu lantai lalu di renovasi menjadi 3 lantai).

Si jin mengatakan kalau dia mengancam tidak akan keluar dari tubuh si mba dan bahkan akan membunuh si mba kalau dia tidak diberikan tempat baru. Lalu paman yang memang mempunyai kemampuan supranatural mengatakan kalau dia harus berjanji tidak boleh menganggu lagi, dan sebagai tempat barunya silahkan mengisi lantai 3 dan dilarang menginjakan kaki di lantai 2 ataupun lantai 1.

Dan setelah kejadian tersebut si mba langsung memilih untuk mengundurkan diri. Selama 4 tahun saya tinggal di sana saya sering mendengar ada suara di lantai 3 setiap malam. Saya memang diajarkan untuk tidak takut dengan makhluk halus karena kalau takut mereka jadi lebih kuat dari pada kita.

Pernah suatu kejadian saat sedang bulan Ramadhan saya lagi ga bisa tidur padahal sudah jam 2 malam dan karena saya pikir sebentar lagi akan sahur (kalau tidur pasti tidak akan sahur) akhirnya timbul ide untuk maen gitar. Karena klo di kamar takut berisik akhirnya saya putuskan untuk maen di studio band yang terletak di lantai 3, awal naik ke lantai 3 saya cuek saja karena memang sudah biasa dengar suara-suara seperti orang berjalan atau suara seperti ada yang melempar batu dari lantai 3 ke lantai 2.

Saat saya masuk ke studio pun saya masih merasa biasa saja, sampai akhirnya ketika saya sedang genjreng-genjreng gitar tiba-tiba ada suara seperti “SSSSSTTTTTTTTTTT”

Mendengar suara tersebut jantung seperti mau copot karena suaranya jelas sekali di telinga saya. Kontan dalam keadaan terkejut mata saya malah mencari arah suara tersebut, dan yang lebih mengejutkan saya melihat ada telapak kaki di atas plafon studio, saya yakin itu bukan kaki manusia karena jarinya hanya 3 dan hanya satu kaki yang terlihat, saya belum mau beranjak karena kaki saya masih lemas selemas-lemasnya.

Sambil mengumpulkan tenaga saya sambil beristigfar ketika semua sudah normal saya baru turun ke kamar saya lagi. Masih di bulan Ramadhan waktu itu nenek saya mengadakan buka bersama dengan beberapa saudara yang lainnya di rumah tapi saya dan Dendi sedang tidak ada karena kami punya kegiatan di luar.

Saya kembali ke rumah sekitar jam 7-an dan keadaan rumah masih banyak sepupu dan saudara. Salah satu sepupu saya (namanya Ayu) menceritakan kepada saya kalau saat itu dia ada di lantai 2 sedang menonton tv dan dia mendengar jelas ada suara seseorang yang sedang bermain drum, awalnya dia pikir itu saya atau Dendi(memang hanya kami berdua yang sering ada di studio) dan dia tidak berpikir hal yang aneh-aneh, sampai saat mau berbuka puasa suara drum itu masih terus terdengar, akhirnya Ayu berniat untuk ke ruang studio untuk memberitahu kalau akan segera maghrib.

Tapi nyatanya, Ayu terkejut karena ketika dia buka lampu studio dalam keadaan mati, dan suara yang tadi terdengar tidak ada lagi, spontan saja Ayu langsung turun ke lantai dasar dan menceritakan ke nenek dan keluarga yang lain.

Kejadian berikutnya ketika saya baru pulang dari kampus sekitar pukul 8.30 malam, tidak seperti biasa ketika sampai rumah saya langsung bersih-bersih. Ini saya malah bersantai dulu di sofa dan membuka laptop untuk menonton Youtube (biasanya saya melakukan ini setelah saya bersih-bersih dan selesai sholat). Lalu samar-samar terdengar seperti ada suara cekikikan ketawa kecil di kamar Dendi. Saya pikir itu suara Dendi yang sedang telepon-teleponan dengan pacarnya.

Saya dengarkan ketawanya makin tegas saja dan suara ngbrolnya juga terdengar sangat jelas walaupun apa yang di obrolkan tidak terlalu jelas, saya tidak curiga sama sekali malah asik teruskan menontonnya, waktu itu yang saya tonton di Youtube tentang pemburu hantu, sampai akhirnya jam 10.30 malam saya merasa kok tidak seperti biasanya sepupu saya itu lama banget telepon-teleponnya. Tapi pikiran saya yah wajar aja namanya juga pacaran, sampai pada akhirnya tante saya memanggil saya dan titip pesan “Jason, tolong nanti bukain pintu buat Dendi ya, soalnya dia baru mau balik abis makan malem sama temennya”

Di saat itu gua langsung diam, bingung mau ngapain, ini jantung untung buatan Tuhan, klo nih jantung buatan manusia pasti udah lepas! Saya cuma bisa bilang sama tante saya “Terus yang telepon-teleponan di kamar Dendi siapa Tan?”

Jawab tante saya dengan perasaan biasa saja “Tidak tau, orang tidak ada siapa-siapa!”

Kejadian selanjutnya langsung dialamin sama Dendi, di kamar dia itu ada boneka manekin yang setengah badan, karena dia memang membuka usaha baju online. Saat itu dia tidak merasa seperti biasa, dia merasa seperti ada yang mengawasi dia di dalam kamar itu. Saat mau terlelap dia merasa ada seseorang di pinggir kasur yang mencoba mendekatinya. Dia juga merasa boneka manekin itu seakan menatap ke arah dia.

Akhirnya dia pindahkan boneka manekin itu di belakang kasur yang mana posisi manekin itu malah ada di atas kepala Dendi. Dan di situlah kejadiannya, Dendi merasa ada deru nafas dekat dengan wajahnya, antara berani atau tidak untuk membuka matanya akhirnya dengan keberanian yang masih ragu-ragu Dendi membuka matanya dan ternyata benar dia langsung melihat jelas wajah seseorang yang rata. Tidak ada mata, hidung, mulut, langsung Dendi spontan berteriak dan langsung lari keluar dan membangunkan semua orang.

Besoknya ada ritual untuk pengusiran jin tersebut karena menurut paman saya mereka sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

Sumber : Ceritamistis.com

Telepon Misterius Peninggalan Nenek!

Kenalin nama gw Rey. Ini kisah asli yg gw alami sendiri. Kisah ini cukup menjadi misteri sampai sekarang karena tidak diketahui siapa yang menelpon telepon rumahku. Baiklah langsung dimulai saja ceritanya…

Pada bulan Januari 2016, gw dan keluarga gw membereskan gudang yang udah lama dipakai dan gudang itu jarang di bersihkan..

Saat gudang tersebut dibersihkan, ibu gw menemukan telepon peninggalan nenek dari ibu gw… Saat itu telpon tersebut dicoba dan ternyata masih bagus. Awal pemakaian masih biasa-biasa saja tanpa ada horrornya gituu… Kisah horror ini mulai terjadi setelah sekitar seminggu kemudian telpon itu dipasang. Saat tengah malam jam 00:00 telpon itu berdering dan yang paling terdengar kuat adalah gw karna telpon itu letaknya di ruang tamu dan sedangakan kamar gw tidak jauh dari ruang tamu..

Gw cuman awalnya mikir, “Siapa sih yang nelpon malam-malam gini?”

Karena penasaran gw angkat deh tuh telpon dan seperti inilah percakan gw dgn telpon tersebut.

Gw: Haloo
Telpon: sssttttttt (bunyi gak jelas gitu)
Gw: Haloo, ini siapa ya?
Telpon: ….. *diam*
Gw: Haloo ini siapa ya kok malam2 nelpon?
Telpon: Kalian Akan Aku Buat MATI !!! (suaranya agak serak gitu)
Gw: Langsung nutup telpon tersebut sambil berlari ke kamar lagi

Dan keesokan harinya gw cerita ke keluarga gw tapi gak ada satupun yang percaya. Dan malam pun tiba lagi. Saat jam 00:00, kembali telpon itu berbunyi dan kali ini ibu yang angakat telpon tersebut dan keesokan harinya ibu gw bilang malam tadi ada telpon dan katanya “Kalian Akan Kubuat MATI,” ibu gw sontak langsung berlari kayak gw kemarin.

Dan pas saat itu, juga ayah gw manggil orang pintar dan kata orang pintar tersebut telpon ini ada penunggunya..

Salah satu cara biar gak diganggu lagi adalah telpon ini harus dibakar pada jam 12:00 WIB karna pada waktu itulah penunggu tersebut sedang tidak ada..

Kami sekeluarga ikut saran dari orang pintar tersebut dan alhasil cara itu berhasil dan sudah tidak ada lagi yang menggangu keluarga kami..

Sumber : Ceritamistis.com

Cerita Seram Karena Temu Darat (Part 5)

Hari Kelima: Petaka

Saat ini masih subuh. Pada saat Gaoyan masih tertidur pulas, kami  mulai menuju ke jembatan itu. Kami dari semalam tidak memakan apa-apa selain buah-buahan. Untungnya seharian turun hujan terus sehingga bisa minum air. Kalau sampai tidak hujan, saya tidak tahu apa yang harus kami lakukan lagi.

Xiaoyao mulai terlihat demam. Kuaidao bermaksud ingin membopongnya. Tetapi ditolak oleh Xiaoyao. Dia berusaha tersenyum. “Tidak apa-apa. Jangan menghabiskan waktu lagi. Kalau sampai Gaoyan tahu, maka tidak ada satupun yang bisa lolos dari sini.”

Mendengar ucapannya, saya terpikir kejadian semalam. Gaoyan dan Kuaidao berdebat sengit. Ketika kami keluar untuk melihatnya, Kuaidao terlihat memegang kerah baju Gaoyan sambil berkata, “Dasar aspal! Jika sampai salah satu di antara kami ada yang terjadi sesuatu, kamu adalah orang pertama yang akan saya cari!”

Gaoyan dengan marah menyingkirkan tangan Kuaidao. “Lihat saja! Kalau sampai membuat saya marah, tidak ada satupun dari kalian yang bisa keluar dari sini.”

Kuaidao dengan marah menendang ke perut Gaoyan. Gaoyan sambil meringis dan memegang perutnya, hanya menatap Kuaidao.

Hujan turun semakin deras. Saya tidak pernah merasa begitu putus asa. Saya bersama Anran membopong Xiaoyao berjalan perlahan-lahan. Saya terus membayang, jika sampai tidak berhasil keluar dari sini, maka saya akan seperti tulang belulang di gua itu. Mungkin 10 tahun, 20 tahun kemudian baru ditemukan orang. Dengaan pikiran penuh dengan kengerian seperti itu tanpa terasa kami akhirnya sampai ke lokasi jembatan. Jembatannya memang betul-betul sudah putus.

Jembatan yang rusak

Laojiu dan Kuaidao langsung melihat kesana kemari untuk mencari alat yang memungkinkan untuk bisa dijadikan jembatan ke seberang. Tetapi setelah cari dan mencari beberapa saat mereka pun kecewa. Memang tidak ada cara untuk menyeberang.

Xiaoyao mendekat ke tepi jurang mencoba melongok. Tanpa disadarinya, petir menyambar dengan keras. Dalam waktu sesingkat itulah kakinya lemas dan dia terjatuh ke arah jurang. Saya dengan cepat mengulur tangan untuk menarik tangannya, tetapi karena licin tidak berhasil menggenggam tangannya, malah saya jatuh ke tanah.

Laojiu dan Kuaidao melihat Xiaoyao hampir jatuh ke jurang langsung secara bersamaan melompat ke depan menarik tangannya, “Bertahan Xiaoyao!” Saya melihat mereka sepertinya tidak mampu menarik lagi. Pada saat itulah sesosok bayangan muncul. Dia adalah Gaoyan. Dia ikut bantu menarik. Tenaganya sangat besar sekali, sebentar saja Xiaoyao berhasil ditarik naik.

Dia tidak lupa mengucapkan terima kasih, dan segera berdiri di samping kami. Gaoyan yang masih berdiri di tepi jurang tiba-tiba batuk dan badannya sepertinya kejang, kakinya tergelincir sesaat. Dirinya terjatuh ke jurang, diikuti suara teriakan dia yang semakin mengecil.

Belum sempat kami bereaksi, dia sudah hilang dari pandangan kami.

Xiaoyao segera mendekat ke tepi jurang berteriak sambil menangis “Gaoyan!” Kami hanya bisa memapah Xiaoyao kembali. Begitu balik badan, kami dikejutkan oleh Gaoyan yang berdiri diam di situ. Matanya menatap ke arah tepi jurang.

Akhirnya otak saya bekerja kembali. Baju yang dikenakan Gaoyan tadi adalah baju berwarna putih. Yang ini bukan Gaoyan!

Orang yang mirip Gaoyan ini langsung berlutut di lantai dan menangis tersedu-sedu.

Bersambung…

Sumber : Ceritamistis.com