Cerita Seorang Anak Yang Dijemput “Ibunya”!

Kisah ini merupakan kisah yang didapatkan dari Internet di negara Laos mengenai seorang ibu yang konon kembali untuk mencari anaknya…

Kejadiannya terjadi pada tante saya, Tante Mai. Beliau adalah kakak Mama saya. Nah kisahnya terjadinya pada saat dulu sekali. Waktu itu, Tante Mai, adalah anak tertua di kampung waktu itu. Usianya 17 tahun, dan belum menikah. Anak-anak kecil pada dekat dengannya.

Nah, waktu itu ada seorang anak kecil, laki, yang baru berusia 6 tahun. Tante Mai menjaganya siang dan malam karena orang tua anak itu setiap hari bertengkar dan bahkan sampai terjadi kekerasan fisik. Di daerah situ dan di zaman itu, cerai adalah sesuatu yang sangat memalukan. Orang lebih memilih mati daripada cerai. Kira-kira seperti itulah kondisi saat itu.

Nah, suatu malam, si anak kecil ini tiba-tiba datang ke depan pintu rumah keluarga ibu saya. Anak malang itu gemetaran. Tante Mai langsung mengajaknya masuk dan menghangatkan tubuh anak itu. Sang anak cerita orangtuanya bertengkar semalaman, tapi tiba-tiba jadi sunyi. Saat dia perhatikan, ternyata hanya dia seorang diri di rumah.

Mungkin saya harus ceritakan kalau rumah kampung di Laos pada zaman itu bukan dari tembok bata dan semen. Mungkin lebih tepatnya disebut gubuk, dengan dinding dari batang pisang dan atap dari jerami dan daun kering. Jadi kalau ada pertengkaran, pasti tetangga-tetangga akan bisa mendengarkannya. Mungkin karena sudah terbiasa dengan keributan tersebut mereka membiarkannya.

kampung-laos

Tante Mai, mengajak agar si bocah ini bermalam di sini saja, baru pulang di keesokan harinya. Orangtua bocah ini juga sudah pasti tahu kalau anaknya jika tidak di rumah, berarti ada di rumah keluarga Tante Mai. Soalnya memang semua orang tahu, Tante Mai yang menjaganya selama ini. Jadi begitulah, si bocah itu bermalam di rumah keluarga mamaku.

Keesokan harinya, ternyata orang tua si bocah belum juga datang. Tante Mai pun inisiatif mengantar bocah ke rumahnya. Ketika disapa, tidak ada yang menyahut. Karena tidak ada siapa-siapa yang membuka pintu, akhirnya Tante Mai memutuskan mengajak si bocah kembali lagi ke rumah keluarganya.

Malam tiba, dan Tante Mai mendengar suara dari anak si bocah itu. Pikirnya mungkin orangtuanya sudah balik, Tante Mai buru-buru ajak si anak pergi ke rumahnya lagi. Kali ini Mai langsung membuka pintu. Dan alangkah terkejutnya karena di depannya adalah ayah si bocah dengan perempuan. Perempuan lain.

Merasa sangat malu dan bersalah karena ada orang di rumah Tante Mai meminta maaf beberapa kali dan menjelaskan kalau dia ingin mengantar bocah itu kembali ke rumah.

Hari berganti minggu. Para penduduk kampung, tidak ada yang melihat ibu sang anak itu. Yang ada adalah perempuan lain di rumah. Kata sang ayah bocah itu, ibunya minggat dari rumah. Dicari kemanapun tidak ditemukan. Tentu saja penduduk di sana kurang percaya. Jadi rumor pun menyebar, bahwa mungkin ibu sang anak itu sudah dibunuh. Namun mereka tidak ada buktinya.

Perempuan asing yang bersama ayah bocah itu belakangan menjadi istri ayah, yang otomatis juga ibu tiri sang bocah. Tante Mai agak khawatir bocah itu sedih tidak melihat ibunya. Namun anehnya sang bocah itu tetap biasa-biasa saja. Dia tidak sedih ataupun menangis layaknya anak kecil yang kehilangan ibu.

Suatu hari Tante Mai menjemput si anak dari rumahnya. Dia melambaikan tangannya ke arah ayahnya yang sedang melihat ke arah lain. Lalu dia lari keluar penuh riang. Tante Mai pun bertanya apa yang membuatnya senang hari ini. Si bocah tersenyum bilang ibunya akan membawanya dari sini.

Tante Mai jelas bingung. Ibunya tidak pernah ditemukan semenjak terakhir ia mendobrak pintu masuk rumah. “Emang di mana ibumu?”

Si bocah pun menjawab polos, “Ayah sangat sayang ibu sekarang. Setiap hari dia memikul ibu di punggungnya.”

Tante Mai hanya bisa ternganga mendengar penjelasan anak berumur 6 tahun itu. Tidak sampai di situ, si anak lanjut, “Coba lihat saja mereka berdua.” sambil menunjuk ke ayahnya yang berdiri sendirian. Tante Mai hanya melihat ayah sang anak sedang membelakangi mereka, menghadap istri barunya yang sedang memasak. Tidak terlihat sang ibu sama sekali.

Akhir cerita dari Tante Mai, si bocah itu meninggal dunia. Orang-orang bilang dia meninggal karena terkena penyakit. Apalagi kondisi kampung waktu itu memang serba kekurangan jadi tidak mengherankan jika dia tak tertolong. Tetapi menurut Tante Mai sendiri, dia lebih percaya sang ibu datang mengambil sang anak dari ayahnya yang parah…


Menurut budaya suku Hmong (salah satu suku di Laos), jika anak kecil yang gigi susu depannya belum tanggal, maka dia akan bisa melihat makhluk halus. Diperkirakan giginya belum tanggal, si bocah bisa melihat arwah ibunya yang ada di punggung ayahnya.

“Teman” Main Mobile Legend Yang Misterius!

Perkenalkan namaku Anto. Saya adalah seorang penjaga toko di sebuah ruko di kota Batam, tepatnya daerah bernama Nagoya, yang menjual aksesoris dan berbagai tas. Rekan kerjaku, namanya Abui dan Awang.

Kita kerja sampai jam 7 kemudian kebanyakan kita akan nongkrong di Ikan Bakar Acia atau balik ke Mess. Salah satu hal yang paling menghibur adalah main game Mobile Legend di HP. Kebetulan kita bertiga sangat kompak, Saya suka menggunakan Markmen berupa Karrie, Abui dengan Hayabusa dan Awang suka dengan karakter support berupa Estes ataupun Rafael.

Mungkin karena sering bermain, skill kami pun makin lihai dan kita sering ikut Rank dan kebanyakan kita selalu menang, karena slot permainan satu team bisa 5, kita mengharap ada pemain lain bisa menggunakan tank, dan pada suatu hari seperti biasanya kita bermain di rank dan ketemu seorang pemain Tank menggunakan Tigreal, dan kami merasa sangat cocok bermain dengan yang nama ID : ScorpioSteel85 ini.

SS85 sangat lincah dalam permainan dan menjadi tameng kami setiap kali war di tengah – tengah peta. Akhirnya kami pun add dia dan mengajak dia bermain bersama setiap malam ketika kami bermain. Berempat dan dengan random siapa aja kita invi untuk bermain, bisa dikatakan menang terus tanpa ada satu kekalahan pun, akhirnya sudah 2 minggu berturut kita Mobile Legend bersama, saya meminta nomor WA dia dan di add ke group.

Kemudian karena penasaran saya mengajak ScorpioSteel87 untuk ketemu nongkrong bareng di Food Court, tetapi setiap kali, dia selalu menolak, dan kita ber-4 pun sering bercanda di WA dan  akhirnya karena penasaran kami bertiga sepakat untuk mencari tahu siapa sih sosok ScorpioSteel87 ini.

Penasaran ini karena bisa dikatakan dia selalu online bermain mobile legend tak peduli pagi ataupun malam, bisa di lihat dari history score-nya.

Kita masing-masing pernah memancing dia untuk memberikan facebook ataupun IG tapi selalu ditolak. Dia selalu menjawab, kalau kita tahu dia siapa, pertemanan ini akan berakhir, kami berjanji bahwa kami bukan orang yang rasis atau memandang status orang, yang penting asyik, kita berkawan. Janji-janji dari saya tidak cukup buat dia untuk memberitahu siapa jati dirinya.

Pada suatu hari salah satu agen asuransi saya (sebut saja Hasan) bertemu dengan saya dan sharing asuransi, kemudian Hasan menceritakan bahwa baru-baru ini ada seorang pria (sebut saja Rom) meninggal karena serangan jantung.

Mengapa bisa serangan jantung padahal tidak pernah ada penyakit. Ternyata Rom selalu menghabiskan waktunya bermain game HP dan tidak tidur dan makan secara teratur. Kematiannya diurus dengan cepat dan ala kadarnya karena keluarganya yang dekat sudah tidak ada.

Saya pun membaca postingan Rom yang kebanyakan tentang mobil legend dan status terakhirnya mengatakan dia ingin masuk dunia Mobile Legend. Begitu banyak postingan dari teman-temannya, saya melihat PrintScreen dari seorang temannya yang isinya percakapan terakhir mereka melalui WA, dan kebetuan teman tersebut tidak save namanya dan di situ saya bisa melihat no teleponnya.

Saya kembali bekerja seperti biasa dan malamnya pas nongkrong di Ikan Bakar, saya pun menceritakan hal tersebut kepada Abui dan Awang, sebagai wanti-wanti, jangan begitu terhipnotis permainan, entah mengapa, tiba-tiba saya merasa nomor WA yang terpampang di printscreen postingan begitu familiar.

Saya pun coba nelpon, siapa tahu Rom adalah customer toko kami dan saya pernah save nomornya dan ternyata nomor tersebut adalah milik ScorpioSteel85…

Serentak saya menceritakan pada Abui dan Awang. Dengan rasa cemas kami yakin bahwa nomor itu sekarang di pakai saudara atau temannya Rom. Tanpa basa-basi kami chat bareng di group dan menceritakan ke ScorpioSteel85.

Mulai sejak itu ScorpioSteel85 menghilang dan dia tidak pernah muncul lagi di WA ataupun Moba. Besoknya Hasan membawa buku polis asuransi kepadaku, dan saya menceritakan kejadian tersebut. Hasan kebetulan agen asuransi Rom juga kaget dan mengatakan bahwa tidak mungkin karena keluarga yang mengubur Rom adalah orang – orang tua yang entah saudara dari mana.. Yang secara logika seharusnya tidak lihai bermain Moba.

Kebetulan di saat itu adalah seorang pelanggan sedang melihat jam tangan (sebut saja Suhu Wong) Suhu Wong yang mendengar cerita kami pun ikut pembicaraaan. Di toko yang lagi sunyi karena hujan deras di luar, dengan percakapan yang panjang akhirnya kami sepakat mencari siapa pengguna HP itu di hari Rabu di mana saya istirahat.

Hasan tidak mengikuti kami karena adalah orang tuanya sedang sakit di Manado, dia mesti bergegas kesitu tetapi dia memberikan kami alamat terakhir Rom, Saya dengan Suhu Wong pun ke alamat yang diberikan.

Disitu tinggal seorang kakek tua yang tuli, dan sepertinya kakek tersebut senang ada tamu dan dengan senyap mengajak kami masuk dan duduk di rumahnya yang sudah tua, karena kakek sedang tuli berat, maka kami pun berbicara dengan nada keras dan teriak-teriak.

Di dalam pembicaraan, kami baru tahu bahwa Kakek adalah veteran perang Korea tahun 1950 dan saya juga tidak pernah mengerti bagaimana dia bisa sampai ke Indonesia. Kakek tersebut memakai nama Sudino. Kakek Sudiono kenal dengan Rom karena Rom adalah keponakan dari istrinya. Suhu Wong merasa ada aura yang tidak benar dan segera dia memberitahu aku secara berbisik.

“Saya mendengar ada suara disebuah kamar di belakang dinding di mana Kakek Sudino duduk.”

Tanpa basa basi Suhu Wong membuka pintu itu dan saya merasakan ada sebuah tekanan yang menabrak aku. Tiba – tiba Kakek Sudiono bergetar dan berbicara dengan suara orang lain.

“Halo saya adalah Rom dan juga ScorpioSteel85,” suara yang penuh rasa kedinginan. Saya duduk diam seperti batu dan Suhu Wong pun berbicara dengan Rom yang sekarang berada dalam raga Kakek Sudiono.

Maaf, karena cerita selanjutnya mengandung rahasia yang sebaiknya tidak saya ungkapkan walaupun dengan nama samaran, saya sampai disini ceritanya. Intinya, teman – teman jangan main game online secara berlebihan.

Heboh Kasus #JusticeForAudrey untuk Diproses Hu.kum, Pelaku Kemungkinan Ter4nc4m Hu.kum.an P3nj4r4 7 Tahun

Kasus peng3r0yok4n siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat dengan tagar #JusticeForAudrey ini terus bergulir.

Mirisnya kejadian peng3r0yok4n yang menimpa salah seorang siswi SMP di Pontianak ini membuat publik ramai membicarakan kasus ini di media sosial dengan #JusticeForAudrey.

Saking ramainya kasus #JusticeForAudrey, petisi online yang beredar luas di berbagai platform media sosial kini telah ditanda tangani oleh 3 juta lebih pengguna.

Tersebarnya petisi online ini secara luas diberbagai platform media sosial bukan tanpa sebab.

Petisi online ini disebarkan dengan alasan agar para pelaku kasus peng3r0yok4n mendapatkan hu.kum.an setimpal meski masih dibawah umur.

Lantas apakah benar pelaku peng3r0yok4n siswi SMP di Pontianak ini dapat diproses secara hu.kum meski masih dibawah umur?

Menjawab pertanyan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ramik telah memberikan penjelasan.

Dilansir Grid.ID  dari Tribun Pontianak, Erma Suryani Ramik mengungkap bahwa dirinya sangat mengapresiasi usaha Polres Pontianak dalam menindak lanjuti kasus peng3r0yok4n tersebut.

Menurut Erma, tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Pontianak sudah tepat dan benar mengingat pelaku peng3r0yok4n masih di bawah umur.

Terlebih lagi ketika pihak-pihak terkait tetap menerapkan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak atau SPPA.

Menurut Erma, sejauh ini UU SPPA telah sangat baik dan tepat dalam membedakan anak dalam sebuah kasus tindak pidana menjadi pelaku, k0rb4n maupun saksi.

Dimana dalam peraturan ini, definisi anak adalah mereka yang sudah melewati usia 12 tahun tetapi belum genap 18 tahun.

“UU yang dibentuk ini merupakan kemajuan dalam konsep pemidanaan di Indonesia.

Sejauh ini UU SPPA memiliki konsep yang sangat bagus dan tepat karena membedakan anak menjadi pelaku tindak Pidana, k0rb4n dan saksi suatu tindak pidana,” ungkap Erma seperti yang dikutip Grid.ID  dari Tribun Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Bagi Erma, UU SPPA telah mengandung prinsip keadilan yang restoratif yang sangat baik, dimana solusi untuk memperbaiki masalah tetap dicari dan rekonsilasi tanpa pembalasan.

Tidak hanya itu, UU SPPA juga mengandung prinsip diversi, yakni pengalihan proses penyelesaian perkara dari proses pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Terkait kasus peng3r0yok4n siswi SMP di Pontianak oleh 12 orang siswa SMA ini, Erma mengharapkan adanya pendampingan psikologis.

Baik dari pihak k0rb4n maupun pihak pelaku harus diberikan pendampingan dan pembinaan psikologis dengan maksimal.

Lebih lanjut, Erma menyebut bila pelaku memang terbukti melakukan tindak pidana, maka ada kemungkinan mereka juga akan terjerat hu.kum p3nj4ra.

Meski pelaku masih dibawah umur, bukan berarti mereka terbebas dari jeratan hu.kum pidana.

Pidana yang diterima pun bisa berupa pidana hu.kum p3nj4ra sesuai UU SPPA atau pidana dengan syarat pembinaan di luar lapas.

Perlu diketahui bahwa tindak pidana yang dituduhkan kepada pelaku adalah tindak pidana penganiayaan sesuai pasal 351 ayat 1 KUHP.

Jika memang terbukti terjadi penganiayaan berat, maka pelaku terancam hu.kum.an maksimal kurungan 5 tahun p3nj4ra.

Dan bila isu terkait pelaku telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap k0rb4n terbukti benar, maka pelaku terancam hu.kum.an p3nj4ra selama 7 tahun atau lebih.

Namun, ancaman hu.kum pidana tersebut dapat berlaku bila pelaku memang terbukti salah lewat proses persidangan.

Kendati demikian, hakim tetap akan memberikan pertimbangan sesuai UU SPPA yang berlaku.

Jika memang pelaku terbukti bersalah, maka pelaku dapat dijatuhi hu.kum.an pidana sesuai undang-undang yang berlaku dengan syarat UU SPPA akan mengurangi vonis hu,kum yang diterima.

Pengurangan vonis hu.kum pidana terhadap pelaku pun telah diatur yakni sepertiga dari jumlah hu.kum.an.

“Apabila terbukti tentu hakim akan memberikan pertimbangan lain.”

“Patut diingat bahwa UU SPPA mengatur bahwa vonis terhadap anak yang menjadi pelaku pidana harus dikurangi sepertiga dari jumlah hu.kum.an.

“Karena prinsip keadilan resoratif dan diversi dalam UU SPPA, ” tegas Erma Ranik.

Meski demikian, Erma tetap mengimbau kepada setiap elemen masyarakat Tanah Air untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang.

Terlebih lagi ketika mengingat pelaku dan k0rb4n kasus ini masih berada di bawah umur dan membutuhkan bimbingan khusus.

Mereka masih anak-anak. Negara sudah mengatur urusan pidana anak ini dengan sangat baik penanganan perkara ini.”

“Mari kita dukung Polri, Komisi Perlindungan anak daerah, anak dan orang tua agar dapat duduk bersama mencari solusi terbaik bagi semua,” pungkas Erma.

Sekadar informasi saja, seperti yang telah di beritakan sebelumnya oleh Kompas TV Pontianak, pihak keluarga k0rb4n pengeroyokan siswi SMP di Pontianak ini menolak adanya jalan damai.

Hal ini lantaran pihak keluarga k0rb4n merasa mediasi yang sebelumnya telah dilakukan tak memberikan hasil apapun.

“Saat ini hu.kum tetap berjalan, prosesnya akan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi pengadilan. Tidak ada kata damai.

Karena media yang pertama kita gagal, kalau ada mediasi lagi, kita tak kan mediasi. Kasus ini tetap akan kita lanjutkan,” pungkas Fety Rahma Wardani, kuasa hu.kum keluarga k0rb4n.(*)

Artikel Asli

Cerita Nyata Ketika Aku Digangguin Oleh Hantu!

Hai.. nama saya Haryanti.. Ini bener aku alamin sendiri.. Pas aku mau proses ke Taiwan.. Tepatnya di penampungan TKI Bekasi 2013 Juni…

Waktu itu pas malam minggu.. Seperti biasa anak-anak pada dugem gak jelasss gitu.. Pas udah selesai kita semua pada mandi malem-malem tuh… Nah di PT gue kan ada pantangan kalo malem Senen sama malem Kamis gak boleh pake baju warna merah..

Berhubung pas itu malam minggu jadi gue pake baju merah.. gue gak mikir hal hal aneh pas itu… tapi mungkin gue lagi apes kali yah.. langsung ke horornya aja… Pas gue lagi tidur.. gue mimpi kaya di kejar kejar cowo gede duwur item pula tapi gak jelas gitu.. terus gue ngumpet tuh di dalem lemari kecil sambil jongkok.. gak taunya tuh makhluk nemuin gue di dalem lemarii.. Tuh makhluk langsung pegang perut gue terus turun ke kedua paha terus turun sampe telapak kaki kiri gue…

Gue pas itu masih mimpi.. tapi kok makin ke sini makin terasa kalo ini udah bukan mimpi lagii.. Karna emang pegangan tangannya di telapak kaki gue makin bener terasa nyata…. tapi gue bener gak berani buka mata…

Gue terus baca doa apapun yang gue bisaa.. Sampe pas tuh makhluk mau narik kaki gue.. gue langsung teriak astagfirrullohhalazimmm…. sambil gue tarik kaki gue… pas gitu gue masih ngrasa bener bener parnoo.. sama sekali gak ada temen yang bangunnn denger gue teriakk… gila gak tuh.. gue di gangguin sendiriannn….

Sampe akhirnya pagi pagi gue cerita sama temen gue.. Gue tanya ke temen gue.

Merri: Semalem loe yang teriak yah.. loe di apain..?
Gue: Kaki gue mau di tarikk… Tapi kenapa harus gue gitu.. Secara yang tidur di lantai kan ada gue, elo, Deti, Yeni…
Kenapa cuma gue…

Selidik punya selidik, ternyata semalem ada yang naroh matras sembarangan.. Ngalangin jalan… Makanya tuh mahkluk ganguin gue.. orang jalannya di halangin sama matrass…. kampreeet banged yang naroh matras sembarangan…

Emang di PT gue angker bener…

Gue udah 3 kali di gangguinn….

Pas waktu sholat maghrib… Ada suara ngedehem di telinga kiri gue pa gue udah sholat dan lagi baca baca doa…

Dan yang bikin gue parno lagii.. pas gue lagi tiduran sama temen gue di tangga… gue tidurann baru beberapa menit udah kebawa mimpi.. Dan di mimpi itu ada cewe rambut panjang sama anak kecil lagi ngeliatin gue tidur.. Sontak gue langsung bangunnnnnn…

Udah udahh.. kapokkk gue gak lagi lagi tidur di tangga…

Sumber : Ceritamistis.com

Teror Di Sekolah (Part Terakhir)

Keesokan harinya…

Kami berlima sudah sampai di SMA pas jam 06:45, dan seketika itu juga gw melihat ada sosok F (mayat yang di gudang tadi dan gw bisa melihat hantu) lagi menyendiri di kelas paling pojok dan Rifki juga lihat (gw dan Rifki ada indra ke enam)..

Kami berlima mulai menyusun strategi karna jika kami berlima di gudang secara bersama-sama nanti bisa ketahuan, si Sarah jaga di pinggir gudang dan si Ama jaga di lorong menuju ke gudang, strategi ini disusun supaya gak ketahuan kalau kami lagi menyelidiki….

Kemudian gw+Rifki+Keny masuk ke gudang dan kami bertiga terkejut ternyata yang gw lihat semalam benar dan itu adalah si F dan tiba-tiba Keny kerasukan arwah F dan gw+Rifki menjadi tegang dan terjadilah percakapan:

F: Mau Apa Kalian Kesiniii (bacanya kyk org kerasukan)
Gw: Gw sebenarnya mau bantu kasus ini dan kenapa juga kamu bisa jadi mayat
F: *menangis* kemarin aku ke SMA karna ada barang yang tertinggal dan saat itu yang ada hanya Pak A , Pak B dan Sekuriti. Pas aku mau keluar dari kelas tiba-tiba saja aku disergap dan diperkosa di UKS kemudian supaya tidak ketahuan aku dibunuh di gudang ini.
Rifki: Jadi begitu ceritanya, baiklah kami akan berusaha bantu kamu supaya jasad kamu dikuburkan dengan tenang.
F: Tapi Pak A, Pak B, dan sekuriti harus dibalas juga…

Seketika itu juga Keny terjatuh dan terlihat agak pusing sedikit karna kerasukan tadi. Tiba-tiba Sarah dan Ama menghampiri kami bertiga dan mereka bilang bahwa Pak A, Pak B, dan Sekuriti lagi perjalanan ke sini dan kami berlima bersembunyi di balik dinding WC (Di dinding WC banyak yang berlubang sehingga kami bisa mengintai). Dan mereka mulai masuk ke gudang kemudian mereka lagi memegang mayat si F. Mungkin ingin mengubur secara diam-diam…

Kemudian Keny berlari dari arah lain dan memanggil seluruh orang yang ada di lapangan dan seketika orang ramai datang ke gudang dan termasuk kami dan Pak A, Pak B, Sekuriti tertangkap basah dan terjadilah percakapan

KepSek: Jadi selama ini kalian bertiga yang membunuh mayat Si F? *dgn nada marah*
Pak A: Heh kamu jangan seenak nya menuduh *muka Pak A, Pak B, dan Sekuriti jadi pucat*
Sarah: Ya benar merekalah pelakunya!
Sekuriti: Mana buktinya
*Seketika gw memanggil roh F dan roh F masuk ke tubuh salah satu pemain basket di SMA*
F: Merekalah yang membunuhku. Aku yang membuat SMA ini menjadi angker karna aku ingin membalas perbuatan mereka. Kalian masih ingat saat kemarin di mikrofon. Itu adalah aku yang berbicara. Dan aku juga sering menampakkan diri kepada kalian semua karna aku ingin meminta tolong ke pada kalian tetapi kalian semua takut dan mereka berlimalah yang bisa menolong ku *sambil nunjuk ke kami berlima*. Mereka bertiga memperkosa aku di UKS dan kemudian membunuhku di gudang supaya tidak ketahuan…

KepSek: Saya tidak menyangka ternyata kalian bertiga berperilaku seperti BINATANG!

Dan kemudian KepSek menyuruh Bu S untuk menelepon polisi supaya polisi segera datang ke sini..

Tiba-tiba Pak A, Pak B, dan Sekuriti ingin melarikan diri tetapi mereka bertiga ditahan oleh banyaknya orang yang hadir di sana bahkan si Sekuriti dihajar sebentar oleh salah satu siswa di situ dan tak lama kemudian polisi datang dan ingin meminta penjelasan dan arwah F kembali menjelas kan seperti tadi dan saat itu juga.

Pak A,Pak B, dan Sekuriti dipecat oleh KepSek dan mereka bertiga dipenjara seumur hidup. Bahkan mereka bertiga masih ada di Penjara…

Dan seketika arwah F mengucapkan terima kasih kepada kami berlima dan saat itu juga arwah F keluar dari tubuh pemain basket tadi.. Dan saat arwah F mau pergi dia menampakkan dirinya ke semua orang dan sambil senyum..
Kemudian seluruh orang yang ada disini termasuk KepSek dan beberapa guru mengucapkan terima kasih dan semenjak itu juga kami berlima jadi TERKENAL di SMA tsb

Tamat.

Sumber : Ceritamistis.com

Curhat 2 Warganet Beberkan ‘Kegilaan’ Lain Peng4niay4 Audrey

Kasus penger0y0kan siswi SMP Audrey alias AU di Pontianak, Kalimantan Barat, oleh 12 siswi SMA mendapat sorotan dari banyak pihak. Bahkan, kasus itu kini menjadi trending topic dunia dengan tagar #JusticeForAudrey di jejaring sosial Twitter.

Satu persatu warganet mengecam aksi pelaku kepada AU. Ada beberapa warganet yang juga membeberkan aksi lain pelaku. Salah satunya pengguna akun @ilu******ado yang mengabarkan bahwa ini bukan kej4hat4n kali pertama pelaku.

Warga Twitter tersebut @ilu******ado mengaku berada satu grup dengan sepupu AU. Dalam kicauan tersebut, sepupu AU menyampaikan pernyataan tantenya yang bilang bahwa AU bukan k0rb4n pertama. AU korban kedua.

Pun akun @ilu******ado melampirkan bukti chat yang mengklaim betapa kejamnya para pelaku penganiayaan AU tersebut. Dia juga ikut menuliskan tagar #JusticeForAudrey.

“HALO!! Lagi, tolong #JusticeForAudrey diangkat lagi ini penting!! Jadi aku kebetulan se-grup sama sepupunya Audrey and kata sepupunya, tantenya Audrey bilang kalau… AUDREY ITU K0RB4N KEDUA. Ini bukti chat dan betapa kej4mnya sudah pelaku-pelaku itu,” cuit akun @ilu******ado.

Dalam bukti chat tersebut, dikatakan bahwa ada k0rb4n selain AU. Namun, korban tersebut tidak berani melapor karena diancam oleh para pelaku. Orang yang diklaim sebagai tante AU itu menuliskan akan menemui k0rb4n sebelumnya.

Di cuitannya, akun @ilu******ado berkicau bahwa k0rb4n pertama bahkan ikut membesuk AU. Dikicaukan, ayah dari k0rb4n pertama tersebut adalah seorang polisi. Tapi karena tr4uma, dia memendamnya.

“K0rba4 pertama ini bahkan jenguk Audrey, dan BAPAKNYA K0RB4N PERTAMA POLISI. Tapi saking traumanya dia gak mau speak up jadi di pendam saja itu,” cuit akun @ilu******ado.

Berikut kicauan lain akun @ilu******ado:

“JADI AUDREY IS NOT THE FIRST!! SHE’S THE SECOND AND BEFORE IT’S GETTING WORSE, PLEASE!! HELP THIS CASE. #JusticeForAudrey. (Fyi semua info ini benar tidak diada-ada hanya karena ingin memojokkan pelaku dan sudah mendapat izin dari tante Audrey sendiri melalui sepupunya Audrey).”

“Gaez nomor keluarga Audrey sudah diberikan ke bang Hotman Paris. Semoga diberikan jalan keluar dan katanya jangan caci maki pelaku agar mendapat perlakuan yang sama. Kataku, nggak apa-apa sih kesal, lagian pelakunya selow gitu juga di kantor polisi. Arahin kasusnya dengan baik pokoknya.”

“U know guys i’m sorry nggak bisa balasin kalian satu-satu dan gue bukan nyari pemes dengan angkut case Audrey ini ya. Gue ingin bantu banget agar Indonesia lebih baik. Gue bahkan bukan bagian dari keluarga Audrey but…”

“Melihat kalian respons walau dengan kata, retweet dan like apapun itu membuat gue nangis karena kalian begitu care dengan Audrey dan teman lain yang terkena pembu11y-an. God will always on our, Audrey, her family and other v1ct1ms side.”

Curhat warganet lain, @ann*******war juga mengamini bahwa bukan merupakan tindakan atau aksi pertama dari para pelaku. Dia pun membeberkan kesaksian seseorang yang mengaku adiknya juga di4niay4 pelaku.

“Mba katanya ini bukan kali pertamanya mereka melakukan pembu11y4n, kayaknya emang ada mental psik0p4t deh,” cuit akun @ann*******war.

Berikut cuitan tersebut:

 

Sebelumnya diberitakan, AU (14), siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dianiaya 12 siswi dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Pontianak.

Akibatnya, AU mengalami 1uk4 fisik dan psikologis yang cukup serius. Dia pun harus menjalani perawatan di RS

Ibu k0rb4n yakni LM menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 29 Maret 2019 kemarin setelah dirinya mendapat laporan dari anaknya AU.

Sumber

iral Tagar #JusticeForAudrey, Siswi SMP yang Dikeroyok 12 Siswi SMA sampai Dihilangkan Kep3r4w4nannya, Hotman Paris Ikut Turun Tangan

Ramai tagar #JucticeForAudrey di media sosial.

Kasus ini berawal dari laporan seorang siswi SMP asal Pontianak yang dik3r0yok oleh 12 siswi SMA.

K0rb4n diketahui masih berusia 14 tahun dan harus mengalami hal menyedihkan dalam hidupnya.

Kepala k0rb4n dibenturkan ke aspal, rambutnya dijambak, disiram air dan diinjak di bagian perut juga mukanya dit3nd4ng.

Diketahui pelaku bukan hanya menger0y0k k0rb4n dan sebabkan 1uk4-1uk4, melainkan pelaku yang masih di usia belia itu tega untuk mencolok kem4luan k0rb4n dan sebabkan k0rb4n kehilangan selaput daranya.

Berita ini tersebar melalui thread Twtter dari akun @syarifahmelinda.

Dalam thread yang ia bagikan dituliskan.

“Maaf saya bukan mau pansos dan ini beritanya juga aku up sesuai berita dan tantenya juga jadi kalau pelakunya mau kenain saya UU ITE saya ngga takut saya mah memilih viral di notice idol korea aja dari pada di katain mau ikutan pansos berita ini wkwk,” tulis akun @syarifahmelinda.

Penganiayaan ini terjadi pada Jumat (29/3/2019) di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya.

Dari informasi yang didapat dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat kejadian bermula dari saling komentar di media sosial.

K0rb4n sejatinya bukalah target utama dari 12 pelaku melainkan adalah kakak sepupu k0rb4n.

“Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info kakak sepupu k0rb4n merupakan mantan pacar pelaku peng4ni4y4an ini,” kata Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu kepada TribunPontianak.

“Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput k0rb4n karena kesal terhadap komentar itu,” lanjutnya.

“Semua pelaku adalah teman-teman kakak sepupunya, mereka menggunakan k0rb4n ini untuk memancing kakaknya keluar dari rumah dengan cara menjemput k0rb4n dari rumah neneknya di Jl. Cendrawasi sekitar jam 14.00,” ujar korban dikutip  TribunnewsBogor.com dari BerkatnewsTV di RS Promedika.

K0rb4n tidak menyadari akan rencana jahat 12 pelaku tersebut.

“Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi k0rb4n diinterogasi dan di4niay4 secara brut4l oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang,” kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

K0rba4n di4ni4y4 di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi, k0rb4n juga di4niay4 di Taman Akcaya.

Dari keterangan ada tiga orang dalang dari pengani4ya4n ini dan sudah dilaporkan.

K0rb4n tidak berani mengatakan kejadian ini kepada orangtuanya, barulah setelah tujuh hari ia menceritakan kejadian ini dan orangtuanya melaporkan kepada polisi.

Setelah kasus ini menjadi viral banyak yang bersimpati kepada k0rb4n.

Bahkan pengacara kondang Hotman Paris pun ikut turun tangan.

Diketahui dari unggahan tangkap layar percakapan WhatsApp yang diunggah akun Instagram @hannytummee.

Unggahan chat dengan Hotman Paris. Foto: instgram/@hannytummee

Akun Twitter yang menyebarkan thread ini pun juga memberikan konfirmasi soal keikutsertaan Hotman Paris.

Sumber

Teror Di Sekolah (Part 2)

Gw: Eh Rifki,lu tadi liat gk cara ngomong Pak A tuh beda dari biasanya dan muka dia itu kyk nyimpan rahasia gitu
Rifki: Gw sepemikiran dengan lu

Pas istirahat gw memutuskan untuk ke WC karna ada urusan perut (kalian tau sendiri lah). Dan setelah urusan perut ini selesai gw ngeliat Pak A, Pak B, Dan Sekuriti sekolah masuk ke gudang sambil diam-diam dan gw tentunya tidak tinggal diam dan ikut memata matai mereka.

Mereka kelihatan nya seperti sedang bongkar sesuatu dan gw terkejut melihat ada mayat salah satu siswa di SMA yang sudah lama tidak masuk (dia anak yatim jadi orang tidak tau kabar nya itu) yang bercucuran darah dan sial nya lagi bel pulang malah berbunyi dan mereka bertiga keluar dari gudang itu dan mengunci nya+gudang itu di gembok dan gw otomatis lari biar gk ketahuan..

Setelah gw melihat kejadian itu, gw bilang ke mereka..

Gw: Gw tadi ngeliat Pak A, Pak B dan sekuriti bongkar gudang dan gw melihat si F (namanya di sensor) jadi mayat dan si F bercucuran darah seperti diperkosa kemudian di bunuh.
Sarah: Lu klo ngomong yang bener(dia gak percaya)
Keny: Apa iya ya
Gw: Sumpah Demi Allah gw gak bohong, gw melihat dengan mata kepala dan mata kaki gw sendiri
Rifki: Oh ya udh gw percaya,,besok kan minggu,, bagaimana kalau besok jam 7 kita selidiki bersama-sama
Gw: Kalo gw sih ok ok aja,,gk tau gimana yang lain
Keny+Sarah+Ama: Ok kami ikut
Gw: Ok pokok nya kalian harus siap menghadapi apapun yang bakalan terjadi
Semua: Okk

Bersambung…

Cerita Seram Karena Temu Darat (Part Terakhir)

Bagian Terakhir

Ternyata nama aslinya Yanghao. Adiknya bernama Yangyi. Mereka adalah saudara kembar. Dikarenaka perekonomian keluarga yang buruk, Yanghao pada usia 16 putus sekolah dan mulai bekerja di luar.

Empat tahun setelah kepergiannya, Kampung Man dan Kampung Man Barat terkena wabah penyakit. Adiknya adalah satu-satunya orang yang selamat. Namun dikarenakan wabah penyakit itu, adiknya terkena penyakit aneh.

Demi mengobati adiknya, dia menempuh segala cara untuk mengumpulkan uang, bahkan sampai membawa orang untuk ke kampung untuk mencari harta karun. Namun satu per satu dibunuh oleh adiknya. Adiknya lebih memilih mati daripada harta leluhurnya jatuh ke orang luar.

Suatu ketika Yanghao mendapat kabar dari Gaoyan bahwa group majalah “Penakut” sedang mengadakan temu darat. Orang-orang seperti Kuaidao dan novelis-novelis cerita misteri dia sudah tahu. Di tengah keputusasaannya, dia kembali menemukan secercah harapan.  Mungkin dia bisa meminjam kemampuan mereka untuk menemukan harta karun itu. Setelah mendapatkan uang, dia bisa mengobati adiknya.

Kebetulan Gaoyan ada urusan sehingga harus pergi ke Amerika. Dia pun menyamar dirinya sebagai Gaoyan. Menghubungi Anran supaya lebih kenal. Dia kemudian membujuk sang adik supaya pergi ke Kampung Man Barat.

Siapa tahu, ternyata ada kelompok yang menyasar ke Kampung Man Barat, sehingga sang adik tahu. Sang adik sudah sengaja meletakkan tulang manusia untuk menakut-nakuti. Tetapi ternyata kami masih tetap bertahan. Sehingga akhirnya membubuhi obat tidur dan memindahkan mereka ke Kampung Man Barat. Namun di tengah proses, Feiding sadar. Sehingga dipukul pingsan dan disembunyikan. Kemudian dia lanjutkan dengan merusak jembatan supaya bisa mengurung kami sampai kami mati kelaparan.

Tetapi perlahan-lahan mereka mulai sadar, kami tidak bermaksud mencari harta karun. Itu sebabnya dia menolong Xiaoyao.

“Bagaimana caranya Yangyi memindahkan kami? Walaupun kalian kerja sama sekalipun, tetap tidak mudah memindahkan kami,” tanya Kuaidao penasaran.

Yanghao menjawab, “Ingat gua altar tulang itu? Sebetulnya di balik dinding altar itu terdapat jalan keluar. Di situ terdapat jalan sekitar 100 meter. Dua kampung yang jaraknya kelihatan berjauhan, sebetulnya hanyalah terpaut 100m. Feiding dan tas kalian semuanya ada di lorong itu. ”

Setelah menjelaskannya, Yanghao menghampiri Anran. “Maafkan saya, Anran.”

“Tidak apa-apa, “jawab Anran sambil menahan tangis. “Lalu, sekarang rencana kamu ke depan bagimana?”

Yanghao tidak menjawab, dia hanya bertanya, “Apakah kamu akan mengingat saya? Nama saya Yanghao.”

Anran mengangguk. Yanghao tersenyum dia merangkul Anran. Lalu dia berbalik dan mengucapkan terima kasih kepada kami. Setelah itu dia pun melompat ke jurang…

Kami pun menuju kembali ke Kampung Man Barat, lalu ke gua. Di balik dinding altar tulang, setelah diperiksa memang ada pintu batu. Setelah berhasil didorong, ternyata memang ada lorong gelap. Feiding memang ada di dalam. Tas kami semua juga ada di situ.

Laojiu langsung menghampiri tasnya dan mengambil botol minumnya. Meminum air sambil menatap Feiding.

“Ah, kok saya bisa sampai pingsan di sini?” tanya Feiding kebingungan. “Terus apa kalian sudah menemukan harta karunnya?” Laojiu menepuk punggungnya, “Bro, kamu sudah pingsan tiga hari. Kalaupun kami menemukannya, memangnya kamu bisa menggalinya keluar?”

Feiding menepuk dada dan mencoba berdiri, mencoba membuktikan dia masih kuat, tapi kakinya ternyata tidak mampu menopangnya, sehingga dia terjatuh duduk kembali. Kami semua melihat tingkah lakunya tidak bisa menahan tawa.

Seminggu kemudian saya mengirim cerita “Kisah Misteri di Kampung Man” ini ke Anran. Anran langsung menghubungi saya lewat QQ (messenger yang digunakan orang Tiongkok). “Kamu betul-betul langsung menulisnya yah.”

“Tentu saja. Kita tidak bisa kabur dari memori. Bagaimanapun juga cerita ini ada bagian yang cukup menyentuhnya. Jadi saya berharap orang lain juga bisa mengetahuinya. Hanya saja…. nama-namanya apa saya ganti saja?”

Anran menjawab, “Tidak apa-apa kok. Pakai nama itu saja.” Lalu dia lanjut lagi, “Aih, mau pergi ke Kampung Man lagi ?”

Dengan mantap saya menjawab “Tentu saja, kan ada harta karun di situ.”

Sumber : Ceritamistis.com

Terror Di Sekolah (Part 1)

Hai Gw ReyAlfa (Reynaldy Alfarissi),, kali ini gw akan share cerita yang ke tiga gw yaitu cerita nyata yang benar benar terjadi di SMA gw..

Gw Punya sahabat lima orang yakni gw Rey, Rifki, Sarah, Ama, dan Keny.. Kami berlima sering bersama-sama dalam hal-hal yang postif dan gw Rey sama Rifki punya kelebihan yakni bisa melihat hantu/makhluk halus. Pada saat itu jam menunjukkan pukul 07:15 pertanda bahwa pelajaran akan segera dimulai dan saat itu semua kelas sudah memulai pelajaran. Saat proses pembelajaran berlangsung terdengar ada orang yang bicara di mikrofon (nanti suara orang bicara tersebut jadi terdengar oleh semua kelas) dengan kata-kata “Kalian Semua Akan Aku Balas Walaupun Yang Bersalah Hanya 3 Orang”

Dengan suara yang serak seram dan seketika itu semua siswa terkejut dan heran siapa yang ngomong seperti itu… Kemudian wali kelas gw suruh ketua kelas untuk lihat siapa yang ngomong di mikrofon tersebut dan alhasil setelah kembali ke kelas, ketua kelas bilang bahwa tempat mikrofon tersebut tutup bahkan di kunci.

Gw denger itu langsung heran dan masih penasaran siapa yang bilang di mikrofon tersebut. Kemudian tak lama setelah itu teman gw yg namanya Sindi kesurupan dan bilang “Awas Kalian Semua” dan seketika si Sindi langsung pingsan..

Kemudian bel pulang pun berbunyi dan setelah pulang kami berlima ngumpul sebentar dan terjadilah percakapan

Keny: Eh bagaimana kalau kita selidiki masalah yang tadi
Sarah: Boleh juga tuh kayak nya menarik
Ama: Selidiki nya pas kapan ?
Keny: Besok.. Pas Sabtu aja kan besok gak belajar
Gw&Rifqi: Ok Besok

Setelah keesokan harinya,, tiba-tiba aja Pak A (namanya di sensor) masuk ke kelas.. padahal hari ini guru ada rapat..
Pak A: Kelas kalian ya yang semalam ada kemasukan?
Semua Murid: Iya Pak
Pak A: Kalian harus berhati-hati bahwa sekarang SMA ini mulai jadi seram

Gw ngelihat muka pak A cara bicara nya agak lain dari biasanya dan gw pun mulai menaruh curiga padanya..

Bersambung….