Pengalaman Melihat “Penampakan” Di Atas Pohon Pisang!

Banana tree with yellow ripe bananas ready to be eaten.

Hi Namaku Isaac Musaivan. Cerita ini terjadi saat aku SD kelas 2 di jalan dekat rumah bibiku…

Ceritanya aku diajak Mbah Kakungku ke rumah bibiku untuk menyiapkan warteg mbahku yang berada di wilayah pabrik. Waktu itu jam 2 pagi. Dia berkata “Van ikut nggak ke rumah Ibu?” “Ibu” di sini adalah sebutanku untuk bibiku.

Aku pun menjawab, “Ya aku ikut. Sebentar ya, aku mandi dulu.”

Setelah aku selesai mandi aku dan mbahku pun berangkat. Pas sampai di jalan dekat rumah ibuku, kurang lebih 10 sampai 15 meter, aku mulai merinding. Maklum di daerah dekat rumah ibuku masih banyak pepohonan, dan penerangan di daerah situ sangat minim. Kita tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas. Suasana angkernya juga sangat terasa.

Saat di jalan sekitar jam 3 pagi. Aku berkata pada mbahku “Mbah aku takut,” Maklum anak kecil. Mbahku pun menjawab “Ndak apa, ndak usah takut lha wong ndak ada apa apa kog,” balasnya dalam Bahasa Jawa. Ya karena mbahku sudah bilang begitu ya aku agak lega.

Saat itu aku naik motor yang dikendarai mbah. Sambil lihat sana sini, aku gak sengaja melihat ke arah kebun pisang, dan melihat kuntilanak sedang duduk di atas daun pisang!

Posisi duduknya kayak seperti orang semedi. Entah memang sedang semedi atau kebetulan saja. Seremnya lagi mukanya yang hancur, banyak darah bercucuran dari wajah, dengan matanya yang merah! Dan mata itu menatap lurus-lurus tertuju ke saya!

Seketika itu juga aku nggak bisa berbicara apa-apa. Sampai rumah ibu aku langsung minum yang banyak. Ini kebiasaan sehabis ketemu setan, terutama pocong. Baru setelah aku selesai minum kami langsung pergi ke warteg. Kembali di jalan, kita kebetulan melewati jalan tadi lagi, aku memberanikan diri untuk melihat kuntilanak itu lagi. Tetapi kali ini sudah tidak ada apa-apa disitu.

Aku tidak menceritakannya kepada siapapun saat itu. Aku baru berani ngasih tau pengalaman ini saat aku kelas 3 SD.

Sumber : Ceritamistis.com

Ads2

Be the first to comment

Leave a Reply