Masa Lalu Keluarga Reino Barack Terungkap! Ternyata Dia Punya Bibit Penyiar dari Kakek!

Beberapa bulan belakangan ini, nama Reino Barack menjadi bahan pembicaraan publik.

Nama Reino Barack mulai populer pasca putus dari artis wanita Luna Maya pada beberapa bulan lalu.

Sosok pria berumur 34 tahun itu semakin sering diperbincangkan setelah menikah dengan diva fenomenal Indonesia, Syahrini.

Telah diwartakan Grid.ID sebelumnya, Reino Barack dan Syahrini resmi menikah pada Rabu (27/3/2019) lalu.

Namun, pernikahan Reino Barack dan Syahrini itu juga mengundang berbagai jenis kabar.

Mulai dari isu soal mantan kekasih Reino Barack, Luna Maya, hingga latar belakang keluarganya yang dikenal sebagai salah satu konglomerat di Indonesia.

Ternyata, keluarga Reino Barack tak cuma dikenal sebagai keluarga konglomerat saja.

Keluarga Reino Barack juga tercatat di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme Belanda.

Mengutip Kompas.com, kakek Reino, Omar Barack, merupakan salah satu tokoh penting di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada zaman kolonial Belanda.

Peneliti sejarah Kota Samarinda Muhammad Sarip, Omar Barack lahir di kota Samarinda pada tahun 1917.

Orang tua Omar Barack atau kakek buyut Reino Barack, merupakan tokoh penting di organisasi Sarekat Islam Kota Samarinda.

“Omar Barack lahir di Samarinda, orang tua dan paman-pamannya Omar merupakan tokoh Kampung HBS (Pasar Pagi) serta pengurus organisasi Sarekat Islam. Moyang mereka berasal dari tanah Banjar di selatan Kalimantan,” ucap Muhammad Sarip.

Kakek Reino Barack kemudian pergi kuliah di Wasseda University Tokyo pada tahun 1939, tepat 3 tahun sebelum Jepang menjajah Indonesia.

Di Jepang, kakek Reino Barack tak cuma aktif sebagai mahasiswa.

Saat Omar Barack masih kuliah di Jepang, Perang Asia Timur Raya meletus.

Perang yang terjadi pada tahun 1941 itu, membuat Omar Barack menjadi penyiar Radio Tokyo.

Sebagai penyiar Radio Tokyo, Omar Barack kerap memperjuangkan kebebasan Indonesia dari Belanda, yang kala itu masih menduduki Tanah Air.

Lewat siaran radio, kakek Reino Barack sering membuat propaganda anti-Belanda.

“Dengan suara menggelegar, Omar mempropagandakan misi Jepang membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Keberpihakannya terhadap Jepang sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme rakyat untuk anti-Belanda,” ujar sejarawan Kota Samarinda itu.

Nama Omar Barack, tercatat di buku sejarah Kota Samarinda yang berjudul “Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana” karya Abdoel Moeis Hassan.

Sang penulis, diketahui merupakan sahabat karib dari kakek Reino Barack.

“Seminggu setelah itu Omar menghembuskan napas terakhirnya. Ia wafat dalam usia 85 tahun. Sahabatnya itu menyelesaikan bukunya setahun kemudian,” tambahnya.

Abdoel Moeis Hassan sendiri, merupakan pejuang pembela Republik Indonesia, yang namanya tengah diajukan sebagal calon Pahlawan Nasional.

Wah, beruntung ya Syahrini dapat cucu seorang pejuang sekaligus konglomerat!

Sumber

Leave a Reply