Kepercayaan Antara Kucing Dan Hantu (Part 4)

Teman saya yang paham Tao itu langsung melakukan ritual di dalam kamar asrama saya waktu itu juga. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saya tidak sadar apa yang terjadi. Tapi sepertinya dia menghipnosis saya, soalnya dia menanyai saya beberapa pertanyaan (padahal saya tidak ingat). Setelah perbincangan dengan saya, akhirnya dia sangat yakin bahwa Jiwa Lahiriah saya telah hilang.

Dia bilang dia harus menemukan Jiwa Lahiriah saya secepat mungkin. Kalau tidak, maka saya akan sakit dan tidak bisa bangun selamanya…

Apa yang dia lakukan selanjutnya adalah sesuatu yang tidak saya paham. Dia mencabuti beberapa helai rambut saya, membungkusnya dengan kain kuning. Tidak lupa dia membawa baju basket yang dipakai saya malam itu. Dia bersama satu teman saya berangkat keluar. Sebelum keluar dia sempat menempelkan sebuah jimat pada badan saya dan meminta satu teman lagi untuk menjaga saya.

Teman Tao kemudian bertemu dengan mahasiswi yang meninggal itu di tempat kejadian lagi. Mahasiswi itu mengatakan bahwa yang seharusnya mati adalah salah satu dari kami bertiga bukannya dia. Kami berhasil menghindar, dan dia yang tidak mengerti malah menjadi tumbal arwah jahat di dalam kucing itu.

Dia tidak terima kejadian yang menimpanya. Jadi dia ingin membalas dendam dan menjadikan kami tumbal bagi dirinya. Dikarenakan di antara kami bertiga, satu memiliki kemampuan Tao sedangkan yang satu lagi kebetulan mahisiswi itu kenal (hantu biasanya tidak akan mencelakai saudara atau temannya sendiri), jadi dia mengincar saya. Kebetulan pada saat itu saya juga tidak membawa jimat.

Setelah itu selanjutnya tidak jelas lagi. Mengenai bagaimana cara teman saya mengembalikan jiwa saya kembali, dia tidak bisa menceritakan ke saya dengan gamblang, sebab ini sifatnya rahasia. Tetapi dia tetap meminta saya pada hari berikutnya langsung pulang ke rumah, cari orang pintar untuk mengembalikan seluruh roh dan jiwa saya ke semula. Jika semua roh dan jiwa kembali, maka proses pengobatan penyakit akan lebih gampang.

Ternyata jimat yang teman kami suruh pakai ini adalah jimat untuk mempertahankan tiga jiwa. Kalau saja pada saat bermain basket saya juga membawanya, sudah pasti tidak akan mengalami kejadian seperti ini.

Semenjak insiden itu, jimat yang diberikan teman Tao saya itu terus saya pakai dan tidak berani lagi dibiarkan meninggalkan badan saya…

Saya kebetulan agak penasaran mengenai mahasiswi yang meninggal itu, jadi sempat bertanya ke teman saya, apakah mahasiswi itu akan tetap “di sana” mencari pengganti untuk dirinya? Apakah saya kelak akan bertemu dengan dia lagi? Teman saya hanya menjawab bahwa saya sangat beruntung, kalaupun kelak bertemu lagi, dia tidak akan bisa menyakiti saya lagi. (Saya tidak mengerti mengapa begitu, tetapi yang jelas arwah perempuan itu masih ada di sana)

Lalu apakah hantu di koridor yang saya “lihat” belakangan itu adalah hantu yang sama? Ataukah hanya karena ditindih? Saya sendiri tidak pasti..

Sebetulnya dalam hati saya terus berharap semoga mahasiswi malang itu bisa secepatnya melepaskan seluruh dendamnya, melepaskan segala ikatan, meninggalkan dunia fana ini dan segera bereinkarnasi kembali.

Sebetulnya dulunya saya tidak begitu tertarik dengan dunia mistis. Namun semenjak terkena insiden itu, entah mengapa saya sepertinya menjadi sering mengalami kejadian mistis. Kata salah satu teman saya, itu dikarenakan saya sudah “dibuka”.

Semenjak itu, sedikit banyak saya terus mengalami kejadian yang sulit dipercaya, yang membuat saya semakin menghormati hal-hal yang bersifat spritual dan tidak berani menghina atau mengolok-oloknya.

Sumber : Ceritamistis.com

Ads2

Be the first to comment

Leave a Reply