Cerita Uang 100 Juta Ludes Gara gara MLM!

Bisnis Multi Level Marketing atau MLM sudah lama digandrungi masyarakat. Banyak yang masih bertahan menggeluti bisnis tersebut, namun banyak juga yang akhirnya bangkrut karena tertipu.

Nahdlatul Ulama belum lama ini mengeluarkan rekomendasi bisni MLM haram. Rekomendasi itu keluar setelah PBNU dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Waqiyyah, Kamis (28/2), melihat ada tipu muslihat dari bisnis MLM.

Pahitnya tipu muslihat bisnis MLM ini pula dirasakan Nima (36), bukan nama sebenarnya. Uang Rp 100 juta yang dimilikinya hangus usai terjerat bisnis MLM pada tahun 2010 lalu.

“Saya tahu bisnis MLM ini dari saudara. Dia mengenalkan dan merayu saya untuk ikut gabung di 2010 lalu,” kata dia yang merupakan wiraswasta di Yogyakarta tersebut kepada kumparan, Minggu (3/3).

Adapun bisnis MLM yang menjerat Nima kala itu adalah penjualan pulsa dari perusahaan Big Rajawali. Meski berlabel bisnis penjualan pulsa, namun Nima disyaratkan merekrut sejumlah orang. Keuntungan dari menjaring orang ini akan masuk ke deposit pulsa.

“Saat dijelaskan soal sistemnya, saya langsung melihat ini seperti menanam saham. Lalu, kalau kita membeli banyak titik atau orang yang direkrut itu bisa mempersingkat kita naik ke level atas. Kan dengan begitu keuntungan yang diperoleh semakin banyak,” katanya.

Tetapi, karena ingin mengambil jalan praktis, Nima diberi pilihan membayar sejumlah uang. Sebab keuntungan yang dijanjikan lebih dari 100 persen dari total uang yang diinvestasikan.

“Keuntungan dijanjikan akan dikirim bertahap setiap bulan,” ucapnya. Misalnya, bulan pertama Rp 6 juta dan bulan berikutnya lebih besar.

Selain keuntungan dari dana yang ditanamkan, perusahaan MLM itu juga menjanjikan Rp 3,5 juta jika berhasil merekrut orang. Bonus itu didapatkan karena Nima telah menginvestasikan uang sekitar Rp 100 juta.

Akan tetapi, selang beberapa bulan setelahnya, keuntungan yang dijanjikan kepada Nima tak kunjung masuk ke rekening. Tak hanya Nima, keuntungan yang dijanjikan MLM tersebut juga tak masuk ke kantong rekan-rekannya.

“Saya sadar itu ternyata penipuan dan kami para korban lainnya secara berkelompok itu melaporkan pada pihak berwajib. Namun uang kami tetap tidak kembali,” pungkasnya.

Sumber

Leave a Reply