Jadi, Ini Hanya Sebuah Imajinasi Atau Kenyataan?

Pada tahun 2002, Ibu saya melahirkan adik baru. Dia seorang gadis mungil. Tiga bulan kemudian, dia tiada. Mereka mengatakan adik terkena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Dia tiba-tiba berhenti bernapas saat ia sedang tidur, dan dia pergi begitu saja. Tidak ada rasa sakit. Tanpa penyebab yang jelas.

Saya baru berusia sembilan tahun ketika dia tiada. Selama beberapa minggu berikutnya, saya tidak benar-benar percaya bahwa dia sudah tiada. Saat itu saya masih kecil. Saya tidak mampu konsep bahwa seseorang di satu waktu berada di sekitarmu, dan tiba-tiba di saat berikutnya dia sudah tiada.

Saya yakin bahwa kepergian adik hanyalah mimpi. Bahwa dia akan bangun lagi, dan semuanya akan normal. Saya betul-betul yakin bahwa apa yang terjadi itu tidak nyata.

Tak lama setelahnya, suatu malam aku terbangun. Saat itu tengah malam. Saya mendengar suara bayi menangis. Pikiranku langsung mengarah ke adik. Oh, mungkin adik akhirnya bangun lagi. Aku bahkan tidak berpikir fakta bahwa adik saya sudah betul-betul tiada. Menganggapnya lumrah, aku kembali tidur.

Keesokan harinya ketika saya menceritakan kejadian semalam ke ibu saya, dia mulai menangis. Ayah saya membawa saya ke samping dan berkata, “Michelle, tidak baik mengatakan hal-hal seperti itu. Kau tahu adik sudah tiada.”

Aku sangat terkejut. Aku betul-betul positif bahwa itu adalah suara bayi menangis. Saya dalam keadaan sangat sadar waktu itu. Walaupun kecil aku bisa membedakan tangisan bayi, dengan tangisan balita, anak-anak, atau orang dewasa. Siapapun yang telah berada di sekitar bayi dapat memverifikasi kalau bayi memiliki tangisan yang berbeda dengan balita/anak-anak yang lebih tua. Dan tidak, tidak ada bayi lain di rumah atau bahkan di sekitar rumah.

Tapi tentu saja, saya tidak bisa selalu mengatakan bahwa saya SUDAH mendengarnya, karena itu jelas menyebabkan keluarga merasa sedih dan tersakiti. Lagipula tak ada satu pun dari saudara saya yang lain mendengarkannya. Jadi murni hanya saya sendiri yang bisa mendengarkannya.

Selama sekitar sebulan, saya kadang-kadang akan mendengar bayi menangis. Dan saya tidak menceritakannya lagi ke siapapun, karena akan membuat mereka sedih. Aku tidak pernah merinding sama sekali atau ketakutan. Sebenarnya malah seperti pelipur lara.

Ketika saya akhirnya menerima dan menyadari bahwa adik saya sudah betul-betul tiada, bahwa itu bukan mimpi, bahwa itu adalah nyata, saya akhirnya berhenti mendengar bayi menangis. Hal ini membuat saya bertanya-tanya apakah itu hanya bagian dari imajinasi saya, jika saya mendengar bayi menangis hanya karena aku ingin. Tapi aku masih bisa mengingatnya dengan jelas suara tangisan itu.

Saya tidak tahu apakah ini dikarenakan saya memiliki bakat kelebihan? Tetapi memang terkadang saya melihat bayangan di sudut mata saya. Ketika menoleh bayangan tersebut sudah tidak ada. Saya sangat sering mengalaminya ketika berusia 12 sampai 14. Sekarang saya sudah 16, dan sudah sangat jarang mengalaminya…

Bagaimana menurut pendapat kalian mengenai suara bayi. Apakah itu hanya imajinasi?

Sumber : Ceritamistis.com

Leave a Reply