Pengalaman Mistisku Ketika Mendaki Gunung Stong Di Malaysia

Cerita hantu ini terjadi saat aku mengikuti ekspedisi ke Gunung Stong. Gunung ini terletak di hutan Jelawang di negara bagian Kelantan, Malaysia. Ini merupakan pengalaman saya pertama kali trekking gunung. Juga merupakan pengalaman pertama kali saya mengalami kejadian mistis di gunung…

Kami tiba di perkemahan Gunung Stong jam 8:00 malam. Setelah selesai mendirikan tenda, masing-masing membersihkan diri. Ada yang mandi dikamar mandi yang disediakan, dan ada yang mandi disungai yang terdekat. Waktu itu belum terlalu larut. Tetapi saya sudah mulai merasa tidak tenang. Saya sulit mendeskripsikannya. Seperti ada yang mengawasi gerak-gerik saya.

Aku tidak berani turun ke sungai karena saat itu sudah gelap. Setelah makan malam yang merupakan acara bebas, saya mengambil kesempatan ini untuk berkenalan dengan anggota ekspedisi Gunung Stong yang lain. Kami bercerita hingga larut malam. Ketika hendak memasuki tenda untuk tidur, sesaat saya menampak sesuatu di dalam tenda. Teman satu tenda saya sudah tidur nyenyak sehingga dia tidak menyadarinya. Aku tidak membangunkannya juga. Takut mengagetkan dia, juga lagipula saya pikir mungkin saya salah lihat. Sepanjang malam, saya tidak bisa tidur nyenyak karena mendengar suara-suara binatang hutan yang menyeramkan.

Sekitar jam 6:00 pagi kami bangun dan bersiap-siap mulai mendaki Gunung Stong. Semua masih agak kelelahan mengingat semalam kami menempuh perjalanan delapan jam dengan bus untuk sampai ke kawasan ini. Setelah sarapan, semuanya bersiap-siap mendaki. Pada saat di kaki Gunung Stong, salah seorang peserta tiba-tiba mengundurkan diri gara-gara kakinya bengkak. Tidak jelas apa penyebabnya. Yang lain tetap melanjutkan perjalanan. Kami melintasi berbagai rintangan seperti anak sungai, air terjun dan hutan belukar. Masing-masing walau lelah tetapi tetap penuh semangat untuk melanjutkan perjalanan.

Kami sampai di pertengahan Gunung Stong pada sore hari. Rencananya, kami mendirikan tenda di sini, kemudian lanjut mendaki ke puncak. Nanti malamnya setelah turun dari puncak, kami sudah bisa langsung istirahat di sini. Waktu itu ada di antara kami yang sudah tidak berdaya melangkah dan memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Stong. Mereka memilih menunggu kami di tenda. Aku bersama peserta yang lain melanjutkan perjalanan.

Cahaya matahari semakin redup dan udara semakin dingin. Akhirnya kami tiba dipuncak hampir waktu Maghrib. Kami sempat memotret pemandangan-pemandangannya. Waktu itu aku sudah sangat-sangat letih dan lapar. Untungnya saya membawa sedikit makanan.

Dalam perjalanan turun, aku termasuk salah satu yang berada di bagian terakhir. Hari semakin gelap. Setelah sampai di suatu daerah (saya kurang tahu nama tempatnya), kami mendengar suara siamang bersahut-sahutan seolah-olah ingin memberitahu sesuatu. Sangat seram, soalnya suara itu rasanya berasal dari tepat di atas kepala kami.

Tersesat Di Hutan

Dengan hanya dilengkapi senter dan panduan dari peserta yang berpengalaman mendaki Gunung Stong, kami menuruni gunung sambil berpengangan tangan. Ada di antara kami yang sudah terlalu lemah dan malah jatuh pingsan. Ini menyebabkan perjalanan kami terhenti beberapa kali. Aku merasa aneh karena kami masih belum sampai ke daerah perkemahan kami bahkan sudah lebih dua jam kami berjalan.

Malah, saya merasa kami telah melalui satu daerah yang sama, soalnya ada pohon yang besar-besar entah berapa kali kami lewati. Akhirnya pemandu kami mengakui bahwa dia tidak berhasil menemukan jalan asli yang harus kami lalui saat mendaki ke puncak Gunung Stong tadi.

Tentu saja kami menjadi risau. Untungnya semua masih mampu mengontrol diri (atau mungkin karena sudah terlalu lelah untuk ribut). Salah seorang dari kami menyarankan agar kami tetap melanjutkan perjalanan, tetapi yang lain merasa khawatir kalau-kalau kami semakin tersesat jauh ke dalam hutan.

Di saat kebingungan itulah, tiba-tiba terjadi kejadian yang sangat-sangat aneh. Bahkan kalau dipikir-pikir oleh saya hari ini, terasa sangat aneh. Entah dari mana, tiba-tiba muncul sekelompok pemuda misterius. Semuanya memakai sorban dan jubah putih. Mereka memberi salam. Kami menjawab salam mereka dan menceritakan masalah kami. Menurut mereka, kejadian seperti ini memang sudah sering terjadi. Mereka menyarankan kami agar teruskan perjalanan menuruni Gunung Stong sambil menunjuk ke satu arah. Semua melihat ke arah yang ditunjukkan. Belum sempat kami mengucapkan terima kasih, kelompok pemuda tadi sudah hilang entah ke mana. Kami terdiam semua…

Kami melanjutkan perjalanan kearah yang ditunjukkan dan tidak lama kemudian kami melihat cahaya samar-samar. Setelah semakin dekat, ternyata itu cahaya yang datang dari daerah perkemahan kami! Sesampai sana kami dihujani dengan berbagai pertanyaan. Ternyata kami tersesat lebih dari satu jam.

Dirasuki Penghuni Hutan

Untungnya ada kelompok misterius yang berjubah tadi membantu kami. Kalau dipikir-pikir dengan akal sehat, sepertinya tidak mungkin ada orang yang berpakaian sorban di gunung. Jadi apakah mungkin mereka memang bukan manusia?

Di luar sedang turun hujan dengan lebatnya. Meskipun lelah, aku merasa susah untuk tidur. Mungkin ada sedikit kekhawatiran kalau-kalau tenda ini akan terbawa arus atau longsor…

Keesokkan harinya, kami berkemas untuk turun dari puncak Gunung Stong, kembali ke perkemahan kami sebelumnya.

Di tengah jalan, kami sampai di satu tempat peristirahatan yang dinamakan Baha Camp. Di situ masing-masing bisa melepas penat dan istirahat dangan mandi atau memasak makanan. Saat itu, hari sudah siang. Sedang kami asyik mandi dan masak-masak, tiba-tiba kepala kelompok ekspedisi menyuruh kami segera bersiap-siap untuk turun.

baha-camp-gunung-stong

Kami keheranan. Capeknya belum betul-betul pergi mengapa kami sudah harus berangkat seburu-buru itu? Dia hanya menjawab telah terjadi sesuatu, dan menyuruh kami cepat-cepat meninggalkan daerah itu. Saya segera kemas-kemas. Belakangan baru tahu kalau ada salah seorang peserta wanita telah dirasuki makhluk halus. Dia tidak suka kami berada di kawasannya dan mengancam untuk merasuk lebih banyak lagi jika kami terus merasa disitu.

Meskipun takut, masing-masing tetap patuh dan bergerak cepat. Kami lanjut menuruni Gunung Stong. Di Baha Camp hanya tinggal ketua kelompok, peserta yang kerasukan makhluk halus serta beberapa orang tracker yang bekerja di Baha Camp.

Akhirnya kami sampai di perkemahan pas di sore hari. Setelah mendirikan tenda dan mandi kami bersiap untuk memasak. Waktu itu kami melihat peserta yang dirasuk tadi turun bersama-sama yang lain. Dia terlihat normal. Sebelum masuk kekawasan tenda, abang Baha (Ketua Baha Camp) membaca sesuatu lalu dihembus kepada peserta yang kerasukan makhluk halus tadi. Tiba-tiba saja dia menjadi lemah dan lunglai yang langsung disambut si abang kemudian dipapah ke dalam tenda.

Dia dibaringkan ditengah-tengah lapangan dan abang Baha terus membaca doa. Kami tidak diizinkan mendekati peserta wanita tadi soalnya menurut abang Baha makhluk halus yang merasuknya masih berada di sekitar kawasan itu, bersama beberapa teman-temannya. Meskipun kami tidak bisa melihat makhluk halus dan kawan-kawannya itu, kami patuh pada perintah abang Baha.

Setelah makan malam, semua mengerumuni abang Baha untuk mengetahui cerita yang sebenarnya. Ternyata makhluk halus yang tinggal di kawasan Gunung Stong itu marah pada peserta yang dirasukinya karena memetik sekuntum bunga dari pohon yang hanya menghasilkan baunya setiap tujuh tahun. Katanya lagi jika kami masih berada di Baha Camp, mungkin lebih banyak lagi yang akan dikuasai (dirasuki).

Meskipun makhluk halus itu berhasil diusir dari tubuh peserta bersangkutan selama di Baha Camp lagi, abang Baha terpaksa membiarkannya merasuki kembali peserta itu untuk membantu mambawa peserta itu turun sampai kekawasan tenda. Kalau tidak, mereka menghadapi masalah untuk membopong si peserta wanita itu turun dengan kondisi badannya yang lemah.

Begitulah secuil pengalaman saya selama mendaki Gunung Stong. Saya sendiri melihat ada beberapa cerita mistis maupun cerita seram mendaki gunung yang lain di sini. Ini sendiri merupakan pengalaman yang berharga bagi saya, juga semoga bisa membuka wawasan pembaca sekalian. Ingat bahwa untuk tidak sembarangan memetik bunga atau memungut apapun yang ada di hutan. Karena bagaimanapun kita adalah orang luar yang bertamu. Tentunya tidak sopan sembarangan mengambil barang rumah orang bukan?

Sumber : Ceritamistis.com

Leave a Reply