#uninstallBukalapak Populer Gara – gara Kata CEO soal Presiden Baru. Salah Paham Netizen?

Berdasarkan data Trends24, #UninstallBukalapak menjadi topik populer (trending topic) di Twitter sejak kemarin (14/2). Hal itu terjadi setelah CEO Bukalapak Achmad Zaky mengunggah cuitan terkait ‘presiden baru’ yang menuai pro dan kontra di Twitter.

Dalam unggahannya kemarin (14/2), Achmad Zaky mengatakan, anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia yang sangat rendah. Lantas di akhir cuitan, ia berharap agar presiden Indonesia yang baru bisa meningkatkan anggaran tersebut.

Ia pun mengunggah cuitan untuk menjelaskan hal itu. “Bangun-bangun viral tweetsaya karena ‘presiden baru’. Maksudnya, siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya.Let’s fight for innovation budget,” ujar dia dalam akun Twitter-nya @achmadzaky, kemarin malam (14/2).

Lantas, ia pun menghapus unggahan terkait besaran anggaran R&D yang memuat kalimat ‘presiden baru’ tersebut agar polemik tidak berkepanjangan. Meski begitu, #UninstallBukalapak sudah kadung menjadi topik populer. Hingga Jumat (15/2) pagi, sudah ada 40,1 ribu cuitan dengan tagar tersebut. Di samping itu, #DukungBukalapak juga menjadi topik populer dengan 1.880 cuitan dalam satu jam terakhir.

Di unggahan itu, Zaky menyebutkan anggaran R&D di Indonesia hanya US$ 2 miliar pada 2016. Nilai tersebut lebih rendah dibanding Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 511 miliar, Tiongkok US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea Selatan US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, dan Singapura US$ 10 miliar.

Selain itu, ia menyampaikan dana abadi universitas di Indonesia lebih rendah dibanding negara lain. Dana abadi Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) hanya US$ 30 juta dan US$ 15 juta di 2016.

Sementara itu, dana abadi Universitas Harvard, Universitas Yale, dan Universitas Stanford di AS masing-masing sebesar US$ 37 miliar, US$ 35 miliar, dan US$ 22 miliar. Lalu, Universitas Oxford, Inggris senilai US$ 6,3 miliar dan NUS di Singapura sebesar US$ 4 miliar.

Achmad Zaky menjelaskan, ia mengunggah cuitan ini agar pemerintah meningkatkan anggaran R&D untuk 20 hingga 50 tahun ke depan. “Kebijakan dan dukungan pemerintah saat ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depan, industri teknologi dan yang berbasis pengetahuan semakin maju,” kata dia.

Ia juga meminta maaf kepada para pendukung Joko Widodo atas unggahan sebelumnya. “Inimisperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti ayah (sama-sama dari Solo). Tidak ada niat buruk daritweetsaya,” ujarnya.

Pada perayaan ulang tahun Bukalapak yang ke-9 pada 10 Januari 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menyempatkan hadir di Jakarta Convention Center (JCC). Saat itu, Jokowi berpesan agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkane-commerce.

Yang menarik, #UninstallTraveloka kembali muncul dalam dua hari ini. Padahal tagar ini sempat muncul pada November 2017. Saat itu, mantan CTO Traveloka Derianto Kusuma menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada pianis Ananda Sukarlan setelah aksiwalk outsaat Anies Baswedan berpidato dalam acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius.

Sumber : katadata

Leave a Reply