Anjing Liar Diku.b.ur Hidup-hidup! Setelah Ditolong, Para Pel4kunya Menyesal Karna Ini!

Banyak negara di dunia yang memiliki masalah tentang anjing-anjing liar. Menurut perhitungan, di Bangkok, Thailand, setidaknya ada 120.000 anjing liar. Di dalam kota saja, nasib anjing liar itu sangat sulit diprediksi. Di Afrika Selatan ada seekor anjing liar bernama Lily yang hidupnya sangat sulit. Ia pernah dim4kam hidup-hidup dengan tr4g1s, namun kisah hidupnya juga berhasil mengubah banyak orang!

▼Lily adalah seekor anjing berkulit abu-abu, ia tinggal di jalanan di sekitar sekolahan.

▼Demi meneruskan hidup, Lily biasanya sering mencari makanan di tempat sampah, namun Lily merupakan anjing yang sangat jinak.

▼Tetapi salah satu kepala sekolah di Afrika Selatan mengatakan Lily sempat masuk ke dalam kelas dan membuat kelas berantakan, akhirnya ia menyuruh pegawai sekolah untuk mengu-bur “benda yang menjijikan” ini.

▼Awalnya pegawai sekolah tersebut mengatakan bahwa dengan mengusirnya saja itu sudah cukup, namun kepala sekolah tersebut tetap ingin mengu-b-urnya hidup-hidup, kalau mereka tidak mau, mereka akan memecat mereka. Demi mempertahankan pekerjaan, para pegawai sekolah ini harus mendengar perkataannya.

▼Disaat Lily sedang di ujung kehidupannya, seorang penjaga kebersihan sekolah melihatnya dan segera menelepon organisasi pelindung hewan setempat.

▼Ketika anggota perlindungan hewan datang, Lily sudah terku-b-ur di dalam lubang sedalam 1.5 meter selama 20 menit. Ia telah sek-ar-at!

▼Mereka segera menolong dan mengobati Lily.

▼Lily yang berhasil bertahan hidup perlahan kembali sehat, ia juga diberi nama Lily pada saat itu yang berarti sangat berani.

▼Reporter yang menuliskan beritanya akhirnya mengadopsi Lily. Ia mengatakan Lily sangat sehat, ia sangat ceria. Lily yang hidup dengan susah sekarang telah mempunyai keluarga!

Saat itu, penjaga kebersihan sekolah yang menghubungi petugas pelindung hewan ini dipaksa untuk keluar dari pekerjaannya. Hal ini diketahui oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW), mereka memutuskan untuk memberikan Lily dan penjaga kebersihan itu keadilan.

Mereka menggugat kepala sekolah dan pegawai sekolahan. Kelapa sekolah dida-kwa dengan keke-j-am-an terhadap hewan, diminta untuk membayar denda dan melaksanakan program pendidikan perlindungan hewan di sekolah. Kedua pegawai sekolah seharusnya menolong Lily dan dihukum untuk menjadi sukarelawan di organisasi perlindungan hewan selama 150 jam.

▼Kedua pegawai ini menyadari ternyata bergaul dengan binatang sangatlah indah. Akhirnya mereka keluar dari pekerjaannya dan dengan keinginan senditi tinggal di organisasi tersebut.

Mereka juga bertemu dengan Lily, mereka tidak percaya anjing yang dulunya begitu kurus dan kasihan sekarang berubah menjadi anjing yang begitu sehat, diantara mereka ada yang berkata, “Aku benar-benar menyesal waktu itu melakukan hal ini, setelah kejadian ini aku sering insomnia.”

▼Setelah kisah Lily diberitakan keluar, banyak negara yang memberi semangat lewat tulisan yang ditulis di sepotong kain dan dikirimkan ke organisasi pelindung hewan tersebut. Sekitar lebih dari 3000 ucapan dijahit menjadi selimut yang indah.

▼Lily menjadi topik hangat diskusi di Afrika Selatan, banyak orang mengatakan mau menghukum orang-orang yang suka menyiksa binatang.

▼Kepala sekolah yang menyuruh mengubur Lily diketahui tidak membayar denda dengan penuh dan juga tidak membuka kelas tersebut di sekolah.

Organisasi pelindung hewan dan sejumlah masyarakat memutuskan untuk menggugatnya dan memberikan h-uk-uman yang lebih berat lagi.

Jaksa akhirnya memeriksa ulang gugatan ini, kepala sekolah tersebut dita-han selama sehari dan menerimam keputusan baru, ia harus secara rutin memberikan laporan pendidikan sekolahnya.

Organisasi perlindungan hewan mengatakan kasus ini sangatlah penting, supaya dapat mengajarkan kepada kita tentang kek-er-asan terhadap binatang.

Organisasi perlindungan hewan mengatakan kasus ini sangatlah penting, supaya dapat mengajarkan kepada kita tentang kek-er-asan terhadap binatang.

Sumber : Cerpen.co.id

Leave a Reply