Ketika Apa Yang Dipikirkan Dan Menjadi Kenyataan

Saya tidak tahu ini merupakan kebetulan belaka atau sebenarnya saya memiliki kelebihan, tetapi saya terkadang memiliki firasat yang cukup impresif.

Contohnya, ketika telepon berdering saya mampu menebak siapa orang tersebut. Terkadang ada lagu yang terus terngiang-ngiang di kepala saya, padahal saya tidak menyukai lagu tersebut. Dan tiba-tiba saja lagu pertama yang diputar di radio adalah lagu itu. Contoh lain, saya bukanlah orang yang hobi dengan pertandingan football di Amerika. Tetapi saya mampu memprediksi pertandingan akbar Football sebanyak empat kali. Sebagai seorang yang bukan pemerhati football, menurut saya ini cukup impresif.

Sebenarnya menurut saya pribadi, firasat-firasat seperti ini walaupun sepele, tetapi sepertinya cukup impresif. Tetapi dari semuanya saya rasa ini yang paling impresif.

Waktu itu saya berumur 13 tahun, tahun pertama di SMP. Saya dan teman-teman yang lain berada di depan kelas sains menunggu guru kami datang. Selama menunggu, saya merasakan satu firasat, saya pun cerita ke teman saya, kurang lebih begini “Entah kenapa, saya merasa guru kita hari ini tidak masuk. Akan ada guru pengganti dan kita akan ke lab komputer…” Tentu saja yang lain tertawa.

Mereka ada alasan yang bagus mentertawakan saya. Pertama guru kami tidak pernah absen sekalipun. Kedua kita biasanya hanya ke lab komputer kalau ada tugas projek, dan saat itu tidak ada projek atau apapun. Jadi ucapan saya bisa dibilang ngawur.

Ketika kita sedang sibuk omong firasat saya itu, tiba-tiba seorang perempuan datang membuka pintu kelas kami. Orang itu bukan guru kami. Sambil buka pintu dia bilang, “Kita masuk ke kelas ambil absen dulu, habis itu kita langsung ke ruangan lab. Di situ saya baru jelaskan projek yang akan diberikan guru kalian…”

Teman-teman yang lain langsung saling melihat, karena firasat saya tepat sampai ke detail-detailnya. Sampai sekarang saya terkadang masih memiliki firasat-firasat. Mungkinkah saya memiliki kelebihan?

Sumber : Ceritamistis.com

Leave a Reply