Kisah Kamar Seorang Ibu Yang Bau Arang

Saya merupakan membawa acara bertema orang-orang yang berjasa di lingkungan sekitar. Tujuannya untuk menggugah hati penonton. Pernah sekali kejadian wawancara yang menururt saya paling mistis. Hanya sekali itu, dan kami pun tidak pernah menyiarkan hasil wawancaranya.

Tugas saya sebagai reporter untuk salah satu acara di stasiun TV swasta. Saya dan kameraman saya pun datang ke salah satu rumah susun, yang dikhususkan untuk orang kurang mampu. Rencananya ingin mewawancara sekaligus merekam kisah salah satu nyonya yang menurut tetangga sekitarnya sebagai orang yang baik dan sangat berjasa di lingkungan mereka. Karena mendapat rekomendasi, jadi kami pun mencoba memotret.

Sebelumnya kami sudah menghubungi dia, jadi sesuai jam yang ditentukan kami pun ke situ.

Karena rumah susun ini sederhana, tidak ada lift, kami naik tangga. Nyonya ini tinggal di lantai empat. Nah saat kami naik ke situ, keanehan mulai terjadi. Pada saat di lantai 3 kami sudah mencium bau yang tidak enak sekali. Seperti bau orang membakar arang. Saya bertanya ke kameraman apakah dia mencium bau aneh. Ternyata dia mengaku juga menciumnya.

Saat sampai di lantai empat, posisi kamar nyonya ini ternyata ada di ujung lorong. Jadi lorong itu di sisi kiri dan kanannya berjejer kamar. Dan di ujung lorong ada satu kamar yang menghadap tepat ke kami. Setahu saya kamar seperti ini paling tidak populer, karena selain posisinya yang paling ujung juga letaknya menghadap jalan lorong langsung yang menimbulkan kesan seram.

Semakin kami berjalan ke kamar itu, semakin kuat baunya. Kami mengetuk pintu. Waktu si penghuni membuka pintu. Wah! ternyata memang benar baunya datang dari situ!

Si Nyonya ini saya sebut saja Nyonya M, tinggal di situ sudah cukup lama. Dia sekarang sudah berusia 50-an. Seorang diri bersama putrinya.

Dia mempersilahkan kami masuk, kemudian membuka seluruh jendela dan sebagainya. Hanya saja bau arangnya itu tidak hilang. Karena kami memang ingin merekam acara, tidak mungkin kami langsung pulang. Jadi mau tidak mau, menahan baunya, kami tetap masuk.

Pada saat si Nyonya di dapur siapkan minuman, tanpa sengaja kameraman saya melihat sebuah foto tertempel di langit-langit. Seorang pria dengan dengan dua anaknya (cowok dan cewek). Aneh pikir kami, mengapa ada foto di tempel di langit-langit? Ini keanehan kedua.

Waktu si Nyonya M kembali ke ruang tamu, dia baru menjelaskan itu foto suaminya dan anaknya. Kami pun angguk-angguk saja. Dia tidak menjelaskan kenapa sengaja menempel foto itu di langit-langit, jadi kami pun sungkan bertanya lebih jauh.

Proses wawancaranya cukup lancar. Nyonya M gak grogi di depan kamera. Pada satu saat kami bertanya apa dia punya album foto dia, jadi kameraman saya bisa mengambil beberapa foto. Nyonya M bersedia, lalu mengeluarkan beberapa buku album. Di sini keanehan ketiga. Foto-foto anaknya di album itu orang yang berbeda! Maksudku, foto anak di langit-langit tadi dengan foto anak di album sangat-sangat berbeda. Toh saat tengah wawancara saya sempat melihat putri dia sekilas. Yang ada di foto album itu barulah putrinya. Sedangkan cewe yang di langit-langit itu entah siapa…

Dan keanehan keempat, putrinya tiba-tiba berteriak di dalam kamar. Nyonya M langsung bergegas masuk ke kamar menenangkannya. Saya dan kameraman jadi agak kikuk. Bagaimana ini. Apa masih mau lanjut wawancaranya. Kami merasa tidak tenang.

Si nyonya beberapa saat kemudian keluar dan meminta maaf. Dia juga tidak bermasalah kalau kami ingin mengakhiri wawancara ini. Karena dasarnya pengen tahu, saya akhirnya memberanikan diri bertanya tentang semua keanehan ini. Tentu saja off the record.

Ternyata rumah ini sebelumnya ditinggal seorang perempuan dengan dua anak. Si perempuan itu bunuh diri dikarenakan suaminya selingkuh dengan perempuan lain. Karena sedih si perempuan bunuh diri bersama dua anaknya dengan bakar arang di dalam ruangan. Akhirnya rumah itu kosong. Nyonya M sengaja tinggal di rumah M ini karena murah (apakah dia tahu tempat itu angker atau tidak, saya tidak tanya). Konon perempuan itu bunuh diri pada jam 5 sore. Itu sebabnya setiap kali jam 5 tiba-tiba muncul bau arang terbakar ini. Nyonya M sudah coba berbagai cara untuk menghilangkan bau ini, tetapi tidak bisa.

Lalu putri Nyonya M semenjak tinggal sini, juga menjadi seperti orang lain. Terkadang dia diam saja memandang cermin. Terkadang dia seperti orang kesurupan berteriak-teriak tidak jelas. Pernah sekali sambil menatap cermin dia menggores-gores wajahnya sendiri. Karena itulah Nyonya M terkadang tidak tenang meninggalkan putrinya sendirian di rumah.

Sedangkan putranya tidak terlalu beruntung, dia sudah meninggal karena kecelakaan motor. Nyonya M sempat bertanya ke orang pintar pada saat mendapat masalah bertubi-tubi ini. Sang orang pintarlah yang memberi tahu Nyonya M mengenai perempuan bunuh diri itu. Dan perempuan itu sekarang jugalah yang mengganggu keluarganya. Apakah hantunya bisa diusir? Jawabannya adalah tidak bisa.

Arwah perempuan itu sudah menetapkan untuk mengambil nyawa Nyonya M. Tidak mungkin lolos.

Tidak ada cara untuk menghindar. Makanya Nyonya M pasrah. Di kondisi seperti ini saya dan kameraman merasa kasihan sekaligus merinding. Tetapi kami tidak bisa apa-apa. Akhirnya kami pun pamit pulang. Saya dan kameraman memutuskan lebih baik tidak usah siarkan wawancara Nyonya M saja. Karena entah mengapa saya merasa tidak tenang jika menyiarkannya. Kameraman saya setuju dengan keputusan saya. Selanjutnya tidak ada yang menarik lagi.


 

Satu hal yang belum saya ceritakan ke kalian adalah sebenarnya Nyonya M adalah selingkuhan suami si perempuan yang bunuh diri itu. Saya tidak mengerti bagaimana jadinya hingga dia bisa tinggal di rumah itu. Yang pasti Nyonya M sejak tahu kebenaran itu, dia menjadi pasrah. Mungkin dia merasa bersalah juga karena secara tidak langsung menyebabkan kematian tiga orang. Saya tidak tahu bagaimana kondisi Nyonya M dengan putrinya sekarang ini. Yang pasti, saya merasa ini merupakan satu-satunya pengalaman mistis sekaligus paling menyeramkan dalam hidup saya.

Sumber : Ceritamistis.com

Leave a Reply