Cerita Hidupku Yang Tinggal Di Rumah Angker

Kisah berikut merupakan kisah nyata yang didapatkan di Kaskus. Cerita ini mengenai rumah angker di rumah sang kaskuser, bernama basskumuni. Postingan tersebut sempat populer sampai ada 60 halaman lebih. Berikut merupakan saduran ulang ceritanya.

Rumah saya ada di Kab. Magelang Jawa Tengah, yang sudah saya tinggal semenjak lahir. Saya anak ke 2 dari 3 bersaudara. Selain itu saya juga punya adik angkat bernama Leo yang sekarang masuk RSJ. Nanti akan saya ceritakan mengapa bisa sampai masuk RSJ.

Saya dan 2 saudara saya saat ini tinggal di luar kota. Hingga saat ini rumah itu masih ditempati oleh kedua orang tua saya. Kalau sedang libur, baru saya pulang, atau orang tua yang berkunjung ke tempat saya.

Di rumah itu, ada satu ruangan (kamar) di rumah itu yang saya tempatin dari kecil, dan terakhir ditempati adik angkat saya, Leo. Karena saya dan adik kandung saya lanjut kuliah di luar kota, sekarang kamar itu sudah dibongkar. Mengapa dibongkar? Inilah ceritanya..

Dulu waktu saya kecil (masih SD kelas 1) saat lagi asyik mengerjakan PR ditemani Ibu, waktu itu Ibu saya lagi mengoreksi hasil ujian. Maklum Ibu saya guru SD (mirisnya saya muridnya juga). Malam itu saya disuruh tidur, tetapi karena PR belum selesai, saya tidak mau. Akhirnya jam dinding bunyi, tandanya sudah jam 12 malem. Nah saat itu juga saya melihat tangan seukuran orang dewasa tepat di depan saya (pas di tembok kamar saya bagian luar), saya kaget dan menangis. Ibu saya sontak kaget dan langsung mengambil sapu di dekatnya dan langsung memukul tangan itu sambil baca doa, tapi tangan itu bertambah banyak hingga puluhan, setelah beberapa saat tangan-tangan itu mulai menghilang satu-persatu, trus saya langsung tidur meski sampai saat ini saya masih trauma… Subhanallah…

Setelah kejadian itu, bapak saya sering banget ngamuk tanpa sebab, saya sama adik saya sering sakit-sakitan, sering mengalami kesialan, kepala saya sampai 3 kali bocor di rumah itu, suka kejang-kejang, saya dan adik angkat saya juga pernah lari keluar rumah sambil merem alias tidur berjalan, kesurupan dan yang paling parah kesiram air panas bersama sama adik saya pas pembantu saya mengambil air dari teko yang sedianya mau disimpan di termos. Tidak ada alasan jelas mengapa pembantu melempar teko ke kami, alhasil 2 bulan tidak bisa apa2..

Banyak kejadian mistis di rumah ini. Contohnya, saat kami sekeluarga keluar. Pada saat kembali diceritakan oleh tetangga, yang katanya melihat maling yang mau masuk rumah. Tetapi tiba-tiba lari terbirit-birit setelah mencongkel jendela. Padahal rumah kami dalam keadaan kosong waktu itu. Maling itu ketakutan setelah berhasil membuka jendela, entah apa yang dilihatnya. Saat lari pun si maling tiba-tiba terjatuh berkali2 seperti ada yang menendang..

Lama-lama keluarga saya mulai cemas dengan keadaan rumah. Suatu hari keluarga saya kedatangan tamu dari Malang, beliau simbah saya yang tergolong orang pintar. Saat itu saya sudah duduk di bangku SMA, setelah berkonsultasi sama simbah, katanya disitu ada beberapa jimat/pusaka yang tertanam di bawah pondasi rumah, entah dari mana datangnya, namun diperkirakan sudah ada sebelum rumah dibangun, dan kabarnya yang tinggal disitu banyak sekali. Termasuk salah satunya sosok orang tua bersorban putih yang konon penghuni rumah saya yang paling kuat.

Akhirnya simbah saya menyarankan agar setiap malam jum’at dibuatkan kopi hitam yang nantinya ditaroh di kamar saya, (saya tetep nekat menempati kamar itu, meski keadaanya tidak beres) dan kopi tersebut paginya harus disiramkan di depan kamar saya. hari demi hari kami lalui seperti itu, bikin kopi, dibuang, bikin kopi lalu dibuang lagi. akhirnya saat saya kelas 3 SMA, saya mulai menyarankan ke keluarga, kebiasaan buang kopi itu dihilangkan saja,karena bisa saja kita tergolong musyrik.

Nah… setelah rundingan lama, saya sok ceramah, akhirnya keluarga saya setuju untuk menghilangkan kebiasaan itu, TAPI… ini ternyata jadi masalah besar.. Masih ingat di awal adik angkat saya yang bernama Leo masuk RSJ..??

Setelah saya melarang ritual kopi, saya jadi sering ngalamin kejadian2. Rambut dijambak waktu tidur, terus denger tangisan cewek, muncul sosok puluhan wajah dari tembok kamar yang seakan mereka lagi berbincang-bincang, penampakan tengkorak, puluhan kelelawar masuk kamar dan lain-lain, tetapi saya tetep nekat menempati itu kamar, karena itu kamar paling gede dirumah saya.

Sampai saya lulus SMA, saya lanjut kuliah di Semarang. Kamar itu ditempati Leo. Leo tergolong siswa SMK yang rajin dan pintar, bahkan dia masuk rangking 3 besar di kelasnya. Suatu ketika, entah mengapa tanpa sebab Leo jarang bicara, dan sesekali ketawa tidak jelas. Bahkan suatu malam sempat dia ngamuk, semua barang dikamar dibanting, waktu kejadian itu dirumah hanya ada adik kandung saya sendirian, adik kandung saya hanya bisa mengumpet di kamarnya karena takut. Maklum Leo orang Flores yang badannya bongsor, bahkan kamar saya nyaris dibakar sama dia, semua pakaian dalam lemari dikeluarkanya lalu dibakar tepat didalam kamar yang dia kunci dari dalam.

Melihat asap keluar dari kamar, adik kandung saya langsung teriak “kebakaran-kebakaran”. Beberapa tetangga datang, langsung mencongkel pintu dan langsung memadamkan itu api. Yang bikin kaget lagi, setelah kejadian itu, Leo malah jadi anak yang rajin ke masjid, shalat, puasa, dan suka ceramah sendiri, namun, suara yang keluar dari Leo sudah beda, menyerupai orang tua dan wajahnya mirip orang sakit stroke, bibirnya susah buat ngomong.

Akhirnya setelah beberapa hari, tiba-tiba Leo berubah karakter. Dia jadi suka ngamuk. Sebelumnya memang pernah mengamuk, tapi ini beda, jauh lebih parah. Lalu keluarga saya mendatangkan kyai/orang pintar. Katanya Leo kesurupan, dan mohon jangan sampai kabur, karena bisa membahayakan orang yang dibencinya.

Benar saja, suatu hari saat keluarga saya lengah, Leo tiba-tiba lari, dan sudah tak terkejar, karena larinya kenceng banget. Setelah seharian mati-matian mencarinya, keluarga saya mendapat kabar kalau Leo masuk penjara, setelah saya liat TV One, diberitakan juga di media cetak dan internet “Leo Tega Bacok Kepala Ibu Tiri”. Kalian bisa saja search di Google. Seperti judulnya, Leo tiba-tiba pulang ke rumah bapak kandungnya, dan tega membacok Ibu tirinya yang sebenernya memang ia benci, akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan kejiwaan, Leo dimasukkan ke RSJ, kasihan Leo.. Sekarang kami sekeluarga kehilangan contact dengan Leo, terakhir denger kabar Leo sudah di Flores.

Nah singkat cerita, sampai saat ini rumah berhantu ini masih ditempati kedua orang tua saya. Kemarin baru saja dijebol salah satu temboknya untuk digabungkan dengan ruang tamu. Bapak saya tiba-tiba berubah menjadi seperti anak kecil, menangis karena kamarnya digusur. Jam 12 malam bapak saya kabur dari rumah, tidur di bekas reruntuhan tembok yang sudah difungsikan sebagai penutup lubang sampah di samping rumah, bahkan sebelumnya Ibu saya mau digerayangi ame setan. Pokoknya parah banget.

Setelah kejadian itu, rencana tembok pemisah antara kamar dan ruang tamu mau dibangun kembali, sampai sekarang tiap malem dirumah saya diadain yasinan/pengajian. Sebenernya saya ngeri pulang ke rumah. Tetapi orang tua saya ngotot tidak mau pindah dari itu rumah.


Jika kalian berminat untuk menelusuri lebih lanjut cerita horor ini bisa cek di sini. Jika penasaran dengan berita Leo, bisa baca di berita MerdekaRumah angker selalu memberi efek buruk untuk penghuninya. Oleh karena itulah sebisa mungkin cermat sebelum mengkontrak atau beli. Jika sudah terlanjur, janganlah membiarkannya jika gejala paranormal semakin menjadi-jadi setiap harinya. Selain tekanan psikis, juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sumber : Ceritamistis.com

Leave a Reply