Mimpi Buruk Anakku, Sepertinya Menjadi Kenyataan

“Papa, aku mimpi buruk…”

Aku mengedipkan mata, berusaha mengusir kantuk yang menggelayutinya. Aku melirik jam dinding dan saat itu masih pukul 3 malam. “Kenapa, Nak? Sini naik, ceritakan mimpimu…”

“Tidak mau…”

Kejanggalan situasi itu membuatku terjaga penuh. Sosok pucat anakku samar-samar terlihat dalam kamarku yang gelap. “Kok tidak mau, Nak?”

“Karena dalam mimpiku, ketika aku menceritakannya kepada Papa, makhluk yang memakai kulit Mama itu bangun…” bisiknya lirih.

Hatiku mencelos, aku terkesiap. Selama beberapa saat aku mematung, jantung berdebar hebat, mataku tak bisa berhenti menatap nanar sosok anakku. Sedetik kemudian selimut di belakangku bergerak…

Leave a Reply