Bau Mawar Melati dan Suara Melengking dalam Kos Mencekam Malam Hariku

Aku kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah, karena rumahku jauh dari kampus jadi mau enggak mau alias terpaksanya aku harus kos di dekat kampus. Kali ini aku mau cerita pengalaman aku di kos yang sudah aku tinggali selama 5 semester.

Aku tinggal di kos itu dari semester 1, dan enggak pernah terlintas di kepalaku buat pindah kos kayak temen-temenku yang bahkan tiap tahun pindah. Aku punya alasan sendiri kenapa enggak mau pindah kos. Yang pertama, udah nyaman sama tempatnya. Kalo pindah kan mau enggak mau harus beradaptasi lagi sama lingkungan yang baru.

Kedua, aku udah deket sama Ibu Kos, lumayan kan bisa telat-telat bayar kosnya wkwk. Ketiga, di kosku enggak ada hantunya. Tapi enggak tahu kenapa, semenjak awal bulan Oktober 2018 aura di kos itu terasa beda banget. Enggak kaya biasanya. Beberapa hari aku memang sering lembur karena jadi panitia suatu acara di Lembaga Keorganisasian yang aku ikuti. Enggak jarang aku tidur jam 3 bahkan abis Subuh baru tidur. Saat itu temen sekamarku sedang dirawat di rumah sakit.

Jadi, untuk beberapa hari aku tidur sendirian di kamar. Malam itu angin berhembus begitu kencang, jendela kamarku sampai terbuka tertutup sendiri. Tapi aku tidak terlalu menghiraukan hal itu, aku tidur lebih awal yaitu sekitar pukul 22.00 WIB karena kelelahan. Tiba-tiba jendela kamarku terbuka dengan sangat kencang, seketika aku langsung terbangun dan duduk melihat jendela kamarku terbuka tertutup dengam sendirinya. Angin saat itu sangat kencang terbukti dengan handuk yang aku jemur sampai beterbangan hampir lepas dari hanger. Aku ketakutan saat itu, tapi aku tidak bisa berbuat apa2. Aku tidur menghadap arah yang berlawanan arah jendela. Aku membaca doa sebisaku dan memaksa diriku untuk memejamkan mata. Keesokan harinya, aku cerita dengan teman kosku di depan tv.

A= Aku
M= Mbak Tiwi

A: Mbak Tiwi, mau mbengi angine banter banget ya (Mbak Tiwi, tadi malam anginnya kenceng banget ya)
M: Ora ko, mau mbengi aku turu jam 2an ra krasa ana angin lewat (Enggak ko, tadi malem aku tidur jam 2an tapi enggak terasa ada angin lewat)
A: Ko aneh ya Mbak, masa kamarku tok sing angine banter banget (Ko aneh ya Mbak, masa cuma kamarku aja yang anginnya kenceng banget)
M: Mbuh ik, aneh encen. Aja omong2 liyane ya, nko mbok dadi ribut. Sak jane mau mbengi aku mambu wangi kembang nang pojok lorong (Enggak tahu, emang aneh. Jangan bilang2 yang lain ya, takutnya nanti jadi ribut. Sebenernya tadi malem aku nyium bau wangi bunga di pojok lorong)
A: Masa Mbak, jam pira? (Masa Mbak, jam berapa?)
M: Jam 10an, pas aku meh meng kamar mandi (Jam 10an, ketika aku mau ke kamar mandi)
A: Hiiii, kok serem

Malam berikutnya aku, Retno, dan Mbak Tiwi berada di kamarku karena sama-sama takut. Retno tiduran di kasur, Aku dan Mbak Tiwi ngerjain tugas masing-masing. Sedangkan Mbak Nanda (tetangga kamarku) nonton drakor dan ketawa-ketawa sendiri

Seketika Aku bilang “Ya ampun, Mbak Nanda guyune seru banget” (Ya Ampun, Mbak Nanda ketawanya kenceng banget). Kemudian terdengar ada yang ketawa di deket kami. Akupun bilang “Krungu ra?” (Denger enggak?). Retno menjawab “Iya Mbak, Aku krungu ana sing nyekikik” (Iya Mbak, Aku Denger ada yang ketawa). Mbak bilang “Jane kie wes ping pindo, sepisan mau pas koe agi ngomong dadi ra krungu” (Sebenernya ini yang kedua, yang pertama tadi pas kamu lagi ngomong jadi enggak denger).

Semenjak itu kosku berubah jadi serem mulai jam 21.00. Enggak ada yang mau keluar kamar. Suasana jadi tambah mencekam karena si Retno pulang kampung. Pintu kamar dan jendela semua di kunci sama dia. Tapi anehnya pas malamnya jendela kamar Retno terbuka tertutup dengan sendirinya. Padahal jendelanya susah banget buat di buka. Kemudian Mbak Tiwi bilang “Kurang ajar tu mainan jendela mulu”. Aku pun menjawab “Iya Mbak emang, serem banget”.

Keesokan harinya Aku ceritain semua kejadian seram yang Aku alami ke Ibu Kos. Kata beliau itu ada yang naruh di kos karena iri karena pada dasarnya kosnya enggak ada hantunya. Ibu pun bilang akan minta bantuan orang buat ngusir tu hantu. Bener juga kata Ibu, beberapa hari ke depan suasana kos sudah membaik, enggak ada angin kenceng, enggak ada bau wangi bunga, enggak ada yang mainan jendela malem2, dan yang paling penting enggak ada yang ketawa ketiwi. So, itulah ceritaku di kos yang aku tinggali sampai sekarang. Maaf kalo enggak serem, tapi serius ini nyata aku alami sendiri. Pengin kenal lebih lanjut bisa kirim pesan.

Instagram: @binaurrizqiya

Ads2

Be the first to comment

Leave a Reply